JAWA BARAT — Peringatan detik-detik Proklamasi di Provinsi Lampung tahun ini berlangsung berbeda. Lapangan Korpri di Kompleks Kantor Gubernur, Telukbetung Selatan, menjadi saksi tekad bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, bukan sekadar seremoni tahunan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang bertindak sebagai Inspektur Upacara secara eksplisit mengaitkan semangat kemerdekaan dengan agenda pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia menyebut kemerdekaan harus hadir dalam bentuk nyata: pendidikan yang baik, kesehatan yang mudah diakses, dan lapangan pekerjaan yang layak.
Dalam amanatnya, Gubernur menyoroti posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Dari titik inilah, ia mendorong seluruh elemen, termasuk TNI, untuk fokus pada hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
"Pembangunan harus dimulai dari desa. Petani, nelayan, dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi," tegas Gubernur di hadapan ribuan peserta upacara.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan delapan kompi pasukan gabungan yang hadir, mulai dari TNI-Polri, Satpol PP, ASN, hingga mahasiswa Unila dan Itera, upacara ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan untuk mengawal agenda ekonomi kerakyatan tersebut.
Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus peneguhan komitmen pengabdian. Ia memastikan keluarga besar Korem 043/Garuda Hitam siap bersinergi mengawal program-program pembangunan di daerah.
"Kami siap menjaga stabilitas dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Danrem usai upacara yang berlangsung khidmat tersebut.
Komitmen ini sejalan dengan amanat Panglima TNI yang menekankan penerapan nilai TNI PRIMA—Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif. Penekanan khusus diberikan pada larangan segala bentuk pelanggaran yang dapat menggerus kepercayaan publik.
Momen pengibaran Bendera Merah Putih yang dipercayakan kepada Paskibraka Provinsi Lampung menjadi pengingat estafet kepemimpinan bangsa. Ribuan pasukan yang hadir, termasuk tenaga kesehatan dan pelajar, merepresentasikan lapisan masyarakat yang akan mengisi pembangunan ke depan.
Upacara yang dipimpin Letkol Cpm Anjan Pama Setiawan sebagai Komandan Upacara ini turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Di usia kemerdekaan yang ke-81, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas institusi adalah kunci. Hilirisasi yang dicanangkan Gubernur tidak akan berjalan tanpa dukungan stabilitas keamanan yang dijaga TNI, dan pembangunan tidak akan terasa manfaatnya tanpa sentuhan langsung di tingkat desa.