CIREBON — Kabupaten Cirebon mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp4 triliun pada triwulan II 2026, sebuah angka yang menembus target investasi Provinsi Jawa Barat. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, H. Hilmy Rivai, menyebut capaian ini sebagai bukti menguatnya iklim usaha di daerahnya.
“Capaian 119 persen dari target ini membuktikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik yang kuat. Kita tidak hanya menawarkan lokasi strategis di jalur utama ekonomi Jawa Barat-Jawa Tengah, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi siapa pun yang ingin menanamkan modalnya,” ujar Hilmy dalam laporan resminya, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp1.781.621.048.439. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I yang tercatat sebesar Rp1.449.196.668.175. Total akumulasi kedua triwulan tersebut mencapai Rp3.230.817.716.614 atau setara 76,02 persen dari target tahunan yang dicanangkan pemerintah provinsi sebesar Rp4,25 triliun.
Dominasi investasi masih disokong oleh sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung perekonomian warga Cirebon. Masifnya pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan strategis juga menjadi magnet bagi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Hilmy menjelaskan bahwa lonjakan kepercayaan investor tidak lepas dari kemudahan akses perizinan dan sistem tata ruang yang transparan. Integrasi antara Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan sistem Online Single Submission (OSS) menjadi kunci utama yang memangkas waktu pengurusan dokumen, yang selama ini kerap menjadi keluhan pelaku usaha.
Dengan sistem yang terintegrasi, calon investor dapat langsung mengetahui kesesuaian lokasi usaha dengan tata ruang tanpa perlu bolak-balik ke kantor pemerintahan. Hal ini dinilai memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi penanam modal.
Pihak DPMPTSP optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Hilmy menegaskan bahwa pencapaian tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan lebih lanjut di tahun ini.
“Capaian investasi tahun 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik bagi para investor, kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini,” ucap Hilmy.
Dengan sisa dua triwulan ke depan, pemerintah kabupaten akan fokus menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan industri baru terus berjalan sesuai jadwal.