Bali United Takluk 1-2 dari Sabah FC di Dewata Challenge Series, Pelatih Sorot Organisasi Pertahanan

Penulis: Okta Nugraha  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:08:01 WIB
Bali United harus mengakui keunggulan Sabah FC dengan skor 1-2 dalam laga Dewata Challenge Series di Jawa Barat.

JAWA BARAT — Gol-gol kemenangan Sabah FC dicetak oleh Jung Bin Park pada menit ke-18 dan Gonzalo Di Renzo menjelang turun minum. Sementara satu-satunya gol balasan Bali United lahir dari aksi Rahmat Arjuna lima menit setelah tertinggal, yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pada babak kedua, anak asuh Johnny Jansen memang lebih mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor 1-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Evaluasi Taktik: Bukan Sekadar Soal Gol

Pelatih asal Belanda itu menilai pertandingan melawan Sabah FC adalah ujian pertama yang sesungguhnya di pramusim ini. Ia mengakui lawan yang dihadapi memiliki tempo permainan lebih cepat dan kualitas skuad yang baik, sehingga menjadi pembanding yang pas untuk mengukur progres timnya.

"Ini pertandingan pertama di pramusim yang menurut saya kami bermain melawan tim dengan level yang bagus. Ada hal-hal yang harus kami pelajari karena permainannya berjalan lebih cepat dan mereka tim yang bagus," ujar Johnny Jansen saat konferensi pers usai laga.

Ia secara spesifik menyoroti organisasi pertahanan dan ketajaman dalam duel sebagai pekerjaan rumah utama. Jansen menegaskan bahwa timnya masih berada dalam tahap latihan garis besar dan kini butuh peningkatan intensitas latihan yang lebih spesifik untuk menghadapi situasi pertandingan dengan tempo tinggi.

Klaim Penalti dan Perkembangan Penguasaan Bola

Johnny Jansen juga menyoroti keputusan wasit yang menurutnya gagal memberikan hadiah penalti untuk Bali United. Ia merasa timnya lebih mengontrol jalannya babak kedua, namun kehilangan naluri untuk memenangkan pertandingan.

"Kami menciptakan beberapa peluang bagus. Harusnya kami dapat penalti. Menurut saya kami lebih mengontrol babak kedua, tapi kami lupa cara memenangkan pertandingan dan mencetak gol," jelasnya.

Di sisi lain, ia melihat progres positif dalam penguasaan bola. Jansen menyebut latihan taktik dengan bola yang baru dimulai pekan lalu mulai menunjukkan perkembangan meski belum cukup matang.

Kapten Tim: Proses Berkembang dan Ukuran Kesiapan

Kapten Bali United, Brandon James Wilson, menilai kekalahan ini adalah bagian alami dari proses pembentukan tim. Ia justru melihat peningkatan signifikan dibandingkan musim lalu, terutama dalam gaya permainan yang mulai terbentuk.

"Di pramusim ini kami terus berkembang, secara bertahap. Kalau dilihat dari tahun lalu ke tahun ini, saya rasa kami sudah berkembang pesat. Cara kami bermain, gaya permainan kami makin terbentuk dan lebih baik dari awal tahun lalu," imbuh Brandon.

Brandon menambahkan bahwa Sabah FC menjadi lawan terberat yang dihadapi selama pramusim. Menurutnya, pengalaman seperti ini justru bagus untuk menantang diri sendiri dan mengukur kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Ujian Selanjutnya: Menanti Persib Bandung

Bali United akan kembali beruji melawan Persib Bandung dalam lanjutan Dewata Challenge Series 2026, Selasa (18/8). Johnny Jansen menilai Maung Bandung adalah tim berkualitas yang dalam beberapa tahun terakhir selalu bersaing merebut gelar juara.

"Tim yang bagus. Dalam beberapa tahun terakhir selalu bersaing untuk gelar juara. Jadi ini tim yang bagus dan kami akan menjalani laga yang menarik melawan mereka dan menikmatinya," tambah Johnny.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: nusabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top