IPM Jawa Barat Melesat ke 75,90 Poin dengan Kenaikan Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Targetkan Tembus 10 Besar

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:17:01 WIB
IPM Jawa Barat tahun 2025 tercatat 75,90 poin dengan kenaikan tertinggi secara nasional sebesar 0,98 poin.

BANDUNG — Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat tahun 2025 melesat ke angka 75,90 poin, mencatatkan rekor pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan peningkatan sebesar 0,98 poin. Pertumbuhan sebesar 1,31 persen ini berhasil mengungguli provinsi lain seperti Jawa Tengah yang hanya naik 0,90 poin dan Jawa Timur dengan kenaikan 0,78 poin pada periode yang sama.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Senin, menegaskan bahwa capaian ini merupakan pembuktian efektivitas arah pembangunan daerah. "Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional. Hampir 1 poin kenaikannya," ujar Dedi Mulyadi.

Pendidikan Jadi Penggerak Utama Akselerasi IPM

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan bahwa dimensi pengetahuan menjadi pendorong utama akselerasi IPM. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas melonjak 3,04 persen menjadi 9,14 tahun, setara dengan tamatan SMP.

Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) meroket 1,72 persen menjadi 13,02 tahun. Angka ini mencerminkan semakin panjangnya durasi sekolah yang diharapkan bagi anak-anak di Jawa Barat.

Daya Beli Masyarakat Menguat, Kemiskinan Turun Signifikan

Dari dimensi ekonomi, pengeluaran riil per kapita masyarakat Jawa Barat tumbuh 2,39 persen menjadi Rp12,45 juta per tahun. Angka ini sejalan dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan, yakni sebanyak 193,92 ribu jiwa, sehingga memperkuat daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Perbaikan ekonomi ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

Umur Harapan Hidup Naik, Akses Air Bersih Membaik

Dimensi kesehatan juga mencatatkan perbaikan dengan Umur Harapan Hidup (UHH) yang naik menjadi 75,53 tahun. "Indikator kesehatan yang membentuk harapan hidup mengalami perbaikan. Di antaranya adalah persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak meningkat," kata Ari.

Perluasan akses air minum layak rumah tangga naik 0,94 persen poin, diikuti penurunan persentase rumah tangga tanpa fasilitas sanitasi sebesar 0,50 persen poin. Perbaikan infrastruktur dasar ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dengan tren positif di seluruh dimensi pembangunan manusia ini, Jawa Barat optimistis dapat terus memperbaiki peringkat IPM nasionalnya. Target masuk 10 besar menjadi pekerjaan rumah berikutnya bagi pemerintah provinsi untuk memastikan pemerataan pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top