BANDUNG — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan para pelaku industri pariwisata untuk menyambut kembali operasional penuh bandara tersebut. Koordinasi mencakup agen perjalanan, pengelola hotel, restoran, hingga pelaku usaha kuliner.
Adi menilai reaktivasi bandara akan berdampak langsung pada sektor pendukung pariwisata, mulai dari perhotelan hingga tempat hiburan. Ia menyebutkan bahwa pada masa sebelum pandemi, jumlah wisatawan dari Malaysia yang datang ke Bandung sangat signifikan.
“Di masa-masa sebelumnya jumlahnya cukup besar, terutama wisatawan dari Malaysia yang sangat banyak datang ke Bandung,” kata Adi kepada ANTARA di Bandung.
Alih-alih mengejar target angka kunjungan, Pemkot Bandung saat ini lebih mengutamakan kesiapan Kota Bandung sebagai destinasi. Menurut Adi, yang terpenting adalah memastikan seluruh ekosistem pariwisata siap melayani wisatawan begitu bandara beroperasi penuh.
“Kita rembukan dengan para pegiat pariwisata, travel agencies, hotel, restoran, dan kafe. Sebelum menargetkan angka, yang penting begitu (Bandara) Husein dibuka kita siap menjadi tuan rumah lagi,” ujarnya.
Dengan dibukanya kembali rute penerbangan regional dan internasional, Adi optimistis wisatawan dari luar Pulau Jawa dan ASEAN akan mendapatkan akses lebih cepat ke Bandung. Hal ini dinilai menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Kota Bandung pasca-pandemi.
“Dengan dibukanya Bandara Husein Sastranegara, baik itu penerbangan regional maupun internasional, tentu akan menambah kesempatan para wisatawan dari luar Pulau Jawa dan juga dari kawasan ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei untuk masuk ke Kota Bandung dengan lebih cepat,” kata Adi.