Drone Phantom Twist Berputar 25 Kali per Detik, Efeknya Hampir Tak Terlihat Mata

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 20 Juli 2026 | 11:30:31 WIB
Phantom Twist, drone dengan satu motor dan satu baling-baling, berputar 25 kali per detik untuk memanfaatkan keterbatasan persepsi gerak manusia.

JAWA BARAT — Tim dari Northwestern University, Illinois, memperkenalkan Phantom Twist dalam presentasi Robotics: Science and Systems 2026 pada Kamis lalu. Alih-alih menyamarkan drone dengan kamuflase visual seperti kebanyakan riset sebelumnya, pendekatan yang digunakan justru mengeksploitasi keterbatasan persepsi gerak manusia.

Cara Kerja: Putaran Cepat yang Membuat Drone “Hilang”

Phantom Twist berputar pada kecepatan 25 rotasi per detik. Kecepatan ini memanfaatkan fenomena motion blur pada penglihatan manusia — objek yang bergerak sangat cepat tampak seperti gumpalan samar di udara.

“Kebanyakan upaya menyembunyikan drone berfokus pada membuatnya menyatu dengan lingkungan,” ujar Michael Rubenstein, peneliti utama dari Northwestern. “Kami justru bertanya apakah kami bisa mendesain drone berdasarkan cara manusia mempersepsikan gerakan. Gagasan visibilitas rendah melalui gerakan terus-menerus ini jarang dieksplorasi siapa pun.”

Desain Radikal: Satu Motor, Satu Baling-Baling

Berbeda dengan quadcopter standar yang punya empat motor dan baling-baling, Phantom Twist hanya punya satu motor dan satu baling-baling. Baling-baling berputar ke satu arah, sementara badan drone berputar ke arah berlawanan. Konfigurasi ini memungkinkan stabilitas terbang sekaligus menciptakan efek visual kabur.

Foto statis Phantom Twist memperlihatkan bentuk yang tak biasa — rangka terbuka dengan kabel dan batang penyangga yang masih terlihat jelas. Tim peneliti mengakui tampilan ini masih perlu diperhalus.

AI Menyaring 20.000 Konfigurasi Hingga 1 Prototipe

Proses desainnya tidak manual. Tim menggunakan model komputasional untuk menghasilkan sekitar 20.000 konfigurasi drone yang mampu terbang stabil. Algoritma optimasi dan AI kemudian menyusun ulang posisi komponen utama — motor, baling-baling, papan sirkuit, pemberat, dan baterai — secara berulang.

Setelah menyisakan sekitar 500 kandidat, para insinyur menempatkan simulasi drone di atas seratus latar belakang dunia nyata. Model persepsi visual lalu memeringkat desain berdasarkan skor visibilitas. “Seluruh proses ini otomatis. Kami baru membangun drone ketika yakin semua kriteria terpenuhi,” kata Rubenstein.

Seberapa Efektif? 10 Kali Lebih Sulit Dilihat dari Quadcopter Biasa

Menurut metrik visibilitas tim peneliti, Phantom Twist “10 kali lebih tidak kasatmata secara visual” dibandingkan quadcopter konvensional. Artinya, drone ini bisa terbang di area terbuka tanpa mudah terdeteksi mata telanjang — asalkan tidak terlalu dekat.

Namun ada harga yang harus dibayar: suara bising yang dihasilkan cukup mengganggu. Video demonstrasi memperlihatkan dengungan bernada tinggi yang sulit diabaikan. Tim berencana menggunakan material lebih transparan dan sistem propulsi yang lebih senyap pada

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top