BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan dua faktor utama yang mendorong maraknya aksi pembegalan di ibu kota Jawa Barat ini. Pertama, kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan. Kedua, pola musiman yang selalu berulang setiap kali memasuki masa libur sekolah.
“Kenapa Bandung ini rawan begal? Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua, memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini pasti agak tinggi tingkat kekerasannya,” kata Farhan dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Alih-alih menutupi angka kriminalitas, Farhan bersama Kapolrestabes Bandung justru memilih langkah sebaliknya. Setiap kejadian pembegalan akan dipublikasikan secara terbuka. Menurutnya, keterbukaan ini punya dua tujuan sekaligus: meningkatkan kewaspadaan warga dan menunjukkan bahwa aparat telah bergerak melakukan penindakan.
“Setiap kejadian begal itu memang kita expose. Tujuannya satu, kita waspada. Dua, para aparat juga sudah melakukan penindakan,” ujarnya.
Farhan memastikan perkembangan penanganan kasus akan terus diinformasikan ke masyarakat. Rencananya, pekan depan persoalan keamanan akan kembali dibahas dalam forum Forkopimda untuk mengevaluasi tren kejahatan jalanan di Kota Bandung.
Pemerintah kota menegaskan tidak akan berpura-pura aman. Setiap pelaku kriminal akan ditindak sesuai aturan. Namun, untuk pelaku yang masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak.
“Kita enggak mau pura-pura aman. Kita mah apa adanya saja. Apa yang ada itu yang kita tangani langsung. Mudah-mudahan nanti angkanya makin lama makin menurun,” kata Farhan.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton memberikan sinyal keras. Pihaknya tidak akan mentolerir aksi kekerasan jalanan yang dinilai sudah sangat sadis dan kejam. Seluruh pelaku yang tertangkap akan diproses hukum, dan polisi siap mengambil tindakan tegas terukur jika situasi di lapangan membahayakan petugas maupun warga.
“Kami dari kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal yang dengan sangat sadis dan kejam melakukan kekerasan. Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat,” ujar Anton.
Langkah keterbukaan data dan penindakan tegas ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas yang kerap meningkat saat libur panjang sekolah di Kota Bandung.