5 Kebiasaan Bikin Mobil Boros BBM yang Sering Diabaikan Pengemudi di Jawa Barat, Tekanan Ban Jadi Biang Kerok

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 12:38:31 WIB
Tekanan ban di bawah standar meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin bekerja lebih keras dan konsumsi BBM bertambah.

BOGOR — Efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan utama sebelum membeli mobil, terutama di tengah harga BBM non-subsidi yang terus merangkak naik. Produsen otomotif pun berlomba menghadirkan teknologi penekan konsumsi BBM. Namun, klaim irit tersebut tidak akan tercapai jika perawatan dan kebiasaan di balik kemudi tidak dibenahi.

Tekanan Ban Kurang: Biang Keros yang Paling Sering Terabaikan

Penyebab pertama dan paling umum adalah tekanan angin ban di bawah standar. Kondisi ini meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk melaju. Akibatnya, konsumsi BBM bertambah secara signifikan.

Pemeriksaan tekanan ban secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh, menjadi langkah sederhana namun krusial. Pastikan tekanan selalu sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.

Membawa Muatan Berlebihan Bikin Mesin Teriak

Kebiasaan membawa barang tak perlu di bagasi atau mengangkut muatan melebihi kapasitas kendaraan juga menjadi momok. Semakin berat beban, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin. Selain boros BBM, overload juga mempercepat keausan komponen suspensi dan ban.

Gaya Berkendara Agresif: Akselerasi Mendadak dan Rem Keras

Gaya berkendara sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Akselerasi tiba-tiba, pengereman mendadak, dan sering memainkan pedal gas membuat mesin bekerja tidak efisien. Sebaliknya, mengemudi dengan kecepatan stabil dan akselerasi halus dapat menghemat BBM sekaligus membuat perjalanan lebih nyaman.

Modifikasi Berlebihan: Velg Besar dan Aksesori Tambahan

Modifikasi kendaraan tidak selalu berdampak positif pada efisiensi. Penggunaan velg berukuran lebih besar, ban lebih lebar, atau penambahan aksesori berat dapat meningkatkan beban kerja mesin. Modifikasi yang mengubah aerodinamika kendaraan juga berpotensi membuat konsumsi BBM lebih tinggi dibandingkan kondisi standar pabrikan.

Terlambat Ganti Oli Mesin: Gesekan Meningkat, Performa Turun

Oli mesin berperan vital dalam mengurangi gesekan antar komponen. Jika oli sudah kotor atau terlambat diganti, gesekan meningkat, performa mesin menurun, dan konsumsi BBM pun ikut boros. Mengganti oli secara berkala sesuai jadwal servis adalah cara sederhana menjaga performa mesin tetap optimal.

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara yang baik serta perawatan rutin, pemilik kendaraan tidak hanya bisa menekan konsumsi BBM, tetapi juga menjaga performa mobil tetap prima dan memperpanjang usia pakai berbagai komponen.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top