CIANJUR — Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur Djoko Purnomo mengatakan, suhu udara yang meningkat dan lahan yang mengering membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu api, terutama di kawasan rawan seperti jalur selatan Cianjur dan jalur utama dari Puncak hingga Haurwangi.
Dari dua kejadian dalam sepekan terakhir, satu kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah di dekat lahan kosong yang dipenuhi rumput kering. Satu kasus lainnya disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Kebiasaan merokok di lokasi yang terdapat bahan mudah terbakar, seperti di atas kasur, tumpukan sampah, maupun area yang dipenuhi rumput kering, harus dihindari karena berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau,” kata Djoko Purnomo di Cianjur, Senin.
Patroli ditingkatkan menyusul kondisi angin yang bertiup cukup kencang setiap harinya. Petugas mengimbau pengendara yang melintas di jalur rawan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena bara api bisa menjalar dengan cepat di tengah rumput kering.
“Jadi pastikan puntung rokok yang dibuang benar-benar padam, termasuk ketika terpaksa membakar sampah harus dipantau dan saat ditinggalkan pastikan api sudah padam,” tegas Djoko.
Djoko menekankan bahwa langkah pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diharapkan selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api, baik di permukiman maupun lahan kosong.
Jika terpaksa melakukan pembakaran sampah, warga diminta tetap melakukan pengawasan penuh dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Angin kencang yang bertiup setiap hari dapat membuat bara api menjalar ke mana-mana dan memicu kebakaran yang lebih luas.