JAWA BARAT — Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia di Stadion Miami, Sabtu (11/7) malam atau Minggu (12/7) pagi WIB, diprediksi berlangsung sengit. Namun, di balik tensi tinggi pertandingan nanti, tersimpan sejarah panjang yang jarang diingat: Inggris belum pernah menang atas Norwegia di putaran final Piala Dunia.
Sepanjang sejarah, Inggris dan Norwegia belum pernah bertemu di putaran final Piala Dunia. Empat pertemuan dalam tajuk Piala Dunia semuanya terjadi di babak kualifikasi, yakni untuk edisi 1982 dan 1994.
Pertemuan terakhir dalam konteks kualifikasi Piala Dunia terjadi pada 2 Juni 1993. Saat itu, Norwegia yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Ullevaal, Oslo, tampil dominan. Dua gol dari Oyvind Leonhardsen dan Lars Roar Bohinen memastikan kemenangan 2-0 atas The Three Lions.
Kekalahan itu terjadi di bawah asuhan pelatih Graham Taylor. Skuad Inggris saat itu dihuni nama-nama besar seperti Paul Gascoigne, David Platt, Teddy Sheringham, Garry Pallister, dan Ian Wright. Meski diperkuat deretan bintang, Inggris tak mampu menembus pertahanan Norwegia yang digalang oleh pemain-pemain seperti Rune Bratseth dan Stig Inge Bjørnebye.
Setelah pertandingan tersebut, kedua tim bertemu dalam empat laga uji coba. Dalam pertemuan-pertemuan itu, Inggris tak pernah lagi merasakan kekalahan. Pertemuan terakhir di laga uji coba terjadi pada 3 September 2014, di mana Inggris menang 1-0 lewat gol tunggal Wayne Rooney.
Kini, 12 tahun setelah laga uji coba terakhir, Inggris dan Norwegia kembali bertemu. Namun, konteksnya jauh lebih krusial: babak perempat final Piala Dunia 2026. Inggris melaju ke fase ini setelah menaklukkan tuan rumah Meksiko. Sementara Norwegia secara mengejutkan memulangkan Brasil, salah satu favorit juara.
Pertandingan nanti menjadi ujian mental bagi Inggris. Catatan buruk di kualifikasi Piala Dunia 1993 masih membayangi, meski secara head-to-head keseluruhan Inggris unggul. Kini, dengan skuad yang jauh berbeda dan tekanan publik yang besar, Gareth Southgate harus mencari cara untuk memutus kutukan Norwegia di ajang Piala Dunia.