Empat Pemain Berebut Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Messi Sementara Puncaki Daftar Top Skor

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 00:34:31 WIB
Lionel Messi memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan delapan gol.

JAWA BARAT — Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menyajikan pertarungan top skor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, empat pemain secara bersamaan mendekati angka dua digit gol di turnamen yang sama — sebuah pencapaian yang hanya diraih delapan pemain dalam hampir satu abad kompetisi.

Messi Masuk Klub Eksklusif Pencetak 8+ Gol

Dengan koleksi delapan golnya, Lionel Messi resmi bergabung dengan jajaran legenda seperti Just Fontaine, Gerd Muller, dan Ronaldo. Pemain Argentina itu membutuhkan 410 menit bermain untuk mencapai angka tersebut, dengan tingkat konversi tembakan 27,6 persen.

Meski volume tembakannya tinggi — 29 percobaan dan 17 tepat sasaran — Messi unggul dalam efisiensi. Expected goals (xG)-nya sebesar 5,02 menunjukkan ia mencetak hampir tiga gol lebih banyak dari perkiraan, bukti ketajaman yang masih terjaga di usia 38 tahun.

Mbappe Incar Sejarah Ganda, Haaland Paling Efisien

Kylian Mbappe, pemegang Sepatu Emas edisi 2022 dengan delapan gol, kini mengoleksi tujuh gol dan dua assist. Pemain Prancis itu telah melepaskan 26 tembakan dengan 17 tepat sasaran. Jika mampu menambah satu gol lagi, ia akan menjadi pemain pertama yang mencetak delapan gol atau lebih dalam dua edisi Piala Dunia berbeda.

Erling Haaland justru tampil paling efisien di antara keempat kontestan. Striker Norwegia itu mencatatkan tingkat konversi tembakan 38,9 persen — tertinggi — dengan tujuh gol dari 18 percobaan. Haaland juga unggul dalam memanfaatkan peluang emas, mengonversi 54,5 persen dari 11 big chance yang ia dapatkan. Menit bermainnya yang hanya 360 menit menjadi nilai plus jika persaingan berujung pada tiebreak.

Kane dan Aturan Tiebreak yang Bisa Menentukan

Harry Kane tertinggal dengan enam gol, namun pengalamannya sebagai top skor Piala Dunia 2018 membuatnya tetap menjadi ancaman. Regulasi Sepatu Emas menggunakan urutan: gol terbanyak, lalu assist, lalu menit bermain paling sedikit. Mbappe unggul dengan dua assist, sementara Messi dan Kane masing-masing satu. Haaland tanpa assist, tapi keunggulan efisiensi menit bermain bisa menjadi penyelamat.

Di luar empat besar, Ousmane Dembele, Mikel Oyarzabal, dan Jude Bellingham masih bertahan dengan empat gol. Namun jarak tiga gol di fase knockout terasa berat untuk dikejar.

Angka Langka yang Terjadi Bersamaan

Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya delapan pemain yang pernah mencetak delapan gol atau lebih dalam satu turnamen. Kini, Messi sudah mencapai angka tersebut, sementara Mbappe, Haaland, dan Kane mengancam menyusul. Belum pernah sebelumnya tiga pemain secara simultan mendekati rekor langka ini dalam edisi yang sama.

Persaingan ini bukan sekadar urusan jumlah gol. Setiap assist, setiap menit bermain, dan setiap peluang yang dikonversi menjadi penentu. Dengan laga knockout yang masih tersisa, Sepatu Emas 2026 bisa jatuh ke tangan siapa pun di antara mereka.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top