BANDUNG BARAT — Stone Garden Citatah di Padalarang bukan sekadar hamparan batu kapur raksasa. Lokasi ini menyuguhkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan nilai arkeologis, menarik minat pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Formasi batu kapur yang menjulang di kawasan ini terbentuk secara alami selama jutaan tahun. Pemandangannya yang khas, terutama saat kabut pagi menyelimuti area, menjadi latar favorit para fotografer dan pengunjung umum.
Lebih dari itu, Stone Garden merupakan situs yang menyimpan artefak dan fosil dari masa prasejarah. Hal ini membuat kunjungan ke lokasi tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga edukasi mengenai kehidupan manusia purba di Tatar Pasundan.
Awalnya lebih dikenal sebagai lokasi penelitian geologi dan arkeologi, kawasan ini perlahan bertransformasi. Akses jalan yang mulai diperbaiki dan promosi dari mulut ke mulut membuat Stone Garden kini ramai didatangi wisatawan akhir pekan.
Pengelola setempat menyediakan jalur setapak yang memudahkan pengunjung menjelajahi area bebatuan tanpa merusak formasi alam. Beberapa titik juga dilengkapi gardu pandang untuk menikmati lanskap dari ketinggian.
Kegiatan utama di sini adalah trekking ringan menyusuri lorong-lorong batu kapur. Pengunjung bisa mencari spot foto terbaik dengan latar bebatuan dan perbukitan hijau di kejauhan.
Bagi yang tertarik dengan sejarah, pemandu lokal kerap memberikan penjelasan singkat mengenai temuan fosil di area tersebut. Suasana yang tenang dan sejuk juga menjadi nilai tambah untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
Stone Garden berada di Kampung Gunung Masigit, Desa Citatah, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Bandung dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan darat.
Rute menuju lokasi cukup jelas dengan rambu-rambu petunjuk wisata. Pengunjung disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena akses angkutan umum yang masih terbatas menuju pintu masuk kawasan.