BANDUNG — Keputusan pemerintah menayangkan Piala Dunia 2026 secara gratis di TVRI Nasional dan TVRI Sport disambut positif oleh kalangan pemuda dan pelaku usaha kecil. Staf Khusus Menpora, Tsamara Amany Alatas, mengatakan bahwa tradisi nonton bareng (nobar) yang muncul saat ajang sepak bola global selalu mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di akar rumput.
Menurut Tsamara, setiap momentum Piala Dunia terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha kecil. Ia menyebutkan, satu momen pertandingan bisa menghidupkan ribuan warung kopi, pedagang makanan, hingga pelaku UMKM lokal yang berjualan di sekitar lokasi nobar.
“Bayangkan, satu momen Piala Dunia bisa menghidupkan ribuan warung kopi, UMKM, pedagang kecil, sampai ruang-ruang kebersamaan anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Tsamara dalam pernyataannya yang dikutip Radar Cirebon, baru-baru ini.
Kebijakan ini dinilai strategis karena masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk berlangganan platform berbayar. Cukup dengan antena TV biasa atau Set Top Box (STB), warga dari perkotaan hingga pelosok desa di Jawa Barat bisa mengakses siaran berkualitas internasional.
Selain mendorong ekonomi, Tsamara menyoroti aspek sosial dari kebijakan ini. Menurutnya, nobar Piala Dunia menjadi ruang kebersamaan yang efektif bagi generasi muda. Sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Atas Arah Presiden Prabowo Subianto, seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan gratis oleh masyarakat Indonesia melalui TVRI,” terang Tsamara.
Langkah ini juga memastikan akses tontonan olahraga kelas dunia yang merata dan inklusif. Melalui jaringan terestrial digital (Free-to-Air), warga di pelosok daerah yang selama ini kesulitan menjangkau siaran berbayar kini bisa menikmati pertandingan mulai dari fase grup hingga babak final.
Masyarakat cukup menyetel saluran TVRI Nasional atau TVRI Sport melalui televisi yang sudah dilengkapi dengan penerima sinyal digital. Bagi yang masih menggunakan televisi analog, perlu menyambungkan Set Top Box (STB) untuk menangkap siaran digital. Tidak ada biaya langganan alias gratis.
Dengan total 104 pertandingan yang disiarkan penuh, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan geliat ekonomi baru di kampung-kampung dan memperkuat ikatan sosial antarwarga saat menyaksikan tim favorit mereka berlaga.