CIREBON — Puluhan rumah warga di Blok Karang Melati, Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung yang datang tiba-tiba, Minggu (14/6/2026) pagi. Peristiwa itu juga merusak bangunan SDN 1 Beringin, meski kegiatan belajar mengajar tetap dipaksakan berjalan normal.
Khodijah, salah seorang pemilik rumah yang atapnya hilang tersapu angin, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. "Kejadiannya cepat sekali. Kami semua masih tidur nyenyak, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dan atap rumah langsung terbang," ujarnya.
Ia dan keluarganya berhamburan keluar rumah saat air hujan langsung mengguyur kamar mereka. Kepanikan warga bertambah karena beberapa rumah kehilangan seluruh bagian atap dalam waktu yang sangat singkat.
Camat Pangenan, Baehaqi, menyatakan dari data sementara yang dihimpun, sedikitnya 24 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat, dengan sebagian besar rumah mengalami kerusakan parah pada bagian atap.
"Aktivitas masyarakat dan pelayanan di kantor guru memang sempat sedikit terganggu," kata Baehaqi. Pemerintah setempat telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat pascabencana.
Meski kantor sekolah ikut rusak, aktivitas pendidikan anak-anak di SDN 1 Beringin tidak lumpuh total. Pihak sekolah memutuskan untuk tetap memaksakan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan normal. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak kehilangan hari belajar meskipun kondisi bangunan sekolah belum sepenuhnya aman.
Belum ada informasi resmi mengenai bantuan material yang akan diberikan kepada para korban. Warga berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan untuk membantu perbaikan rumah-rumah yang rusak, terutama bagi mereka yang atapnya hilang total.