JAWA BARAT — Alwi Farhan melaju setelah menundukkan wakil Taiwan, Lee Chia Hao, dengan skor 21-18 dan 21-15 di perempat final. Tahun lalu, langkah Alwi terhenti di babak yang sama. Sebelum tampil di Sydney, ia telah mengikuti Singapore Open dan Indonesia Open untuk menambah jam terbang.
Sementara itu, Mohammad Zaki Ubaidillah—akrab disapa Ubed—tampil lebih dominan. Ia menyingkirkan Justin Hoh asal Malaysia dalam tempo 38 menit saja, 21-7 dan 21-13. Kemenangan ini mengamankan satu lagi tiket semifinal bagi Indonesia.
Di babak empat besar, Alwi akan berhadapan dengan wakil Hong Kong. Ubed dijadwalkan bertemu pemain China, Dong Tian Yao. Jika keduanya menang, Indonesia berpotensi mewujudkan partai all Indonesian final di sektor tunggal putra.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menilai pencapaian ini sebagai hasil pembinaan yang konsisten dan berjenjang. "Selain peningkatan kemampuan teknis, pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional juga berperan penting dalam membentuk mental juara dan daya saing atlet muda Indonesia," kata Okki.
Ia menambahkan, regenerasi atlet memerlukan jam terbang dan kesempatan tampil berkelanjutan di level internasional. "Kami berharap pengalaman di turnamen-turnamen seperti ini semakin memperkuat kepercayaan diri dan kematangan para atlet muda. BNI berkomitmen untuk terus hadir mendukung perjalanan mereka di panggung internasional," ujarnya.
Melalui sinergi dengan PBSI, BNI berharap semakin banyak pemain muda yang mendapat kesempatan berkembang di panggung internasional. BUMN pelat merah ini menyebut dukungan terhadap atlet muda sebagai investasi jangka panjang yang secara bertahap akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia.
Keberhasilan Alwi dan Ubed di Sydney menjadi bukti bahwa program pembinaan yang terstruktur—dari turnamen domestik hingga level dunia—mulai menuai hasil. Jika keduanya mampu melaju ke final, ini akan menjadi sinyal positif bagi regenerasi tunggal putra Indonesia yang sempat mengalami masa transisi.