Kirab Budaya Tatar Sunda Bikin Hotel Penuh hingga Daerah Bersih, Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Ekonominya

Penulis: Prayoga Santana  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 17:50:06 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan kirab budaya tingkatkan okupansi hotel di Jawa Barat.

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa gelaran Kirab Budaya Tatar Sunda yang baru saja rampung memberikan efek berganda bagi perekonomian warga. Ia mencontohkan langsung dampak yang terlihat di lapangan, mulai dari sektor perhotelan hingga kebersihan lingkungan.

Hotel Penuh, Wisatawan Meningkat

"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," kata Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Barat, Selasa (19/5).

Antusiasme warga lokal dan wisatawan yang datang menjadi indikator utama keberhasilan acara tersebut. Menurut KDM, dampak positif ini tidak hanya dirasakan di satu titik, melainkan menyebar ke sejumlah daerah yang menjadi rute kirab budaya.

Fokus pada Penataan Kawasan, Bukan Mengejar Wisatawan

Meski optimistis, Gubernur Dedi Mulyadi justru mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terburu-buru mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Ia menekankan, prioritas utama saat ini adalah penataan kawasan agar lebih baik dan tertata.

"Paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," pesan KDM.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah penataan lingkungan di sekitar keraton-keraton di Cirebon. KDM menilai, banyak keraton yang kini kurang mendapat ruang terbuka karena dikepung oleh bangunan-bangunan baru yang tidak selaras dengan nilai sejarah dan arsitektur asli.

Bangunan di Sekitar Keraton Harus Selaras

"Ke depan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," jelas Dedi Mulyadi.

Menurutnya, jika lingkungan keraton tertata rapi dan harmonis, bukan tidak mungkin akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kualitas lingkungan di sekitarnya. Penataan ini dinilai lebih penting daripada sekadar mengejar target kunjungan wisatawan jangka pendek.

Rute Kirab Budaya Mahkota Binokasih

Sebagai informasi, Kirab Budaya Tatar Sunda ini merupakan rangkaian menuju Milangkala Tatar Sunda pada 18 Mei 2026. Mahkota Binokasih, pusaka kebanggaan masyarakat Sunda, diarak melewati sembilan kota dan kabupaten.

Perjalanan dimulai dari Sumedang pada 2 Mei 2026, kemudian berlanjut ke Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Karawang, Cirebon, dan berakhir di Bandung pada 16 Mei 2026. Istilah Tatar Sunda dalam kegiatan ini menitikberatkan pada aspek historis dan budaya, bukan pada batas administrasi pemerintahan.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: tvonenews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top