BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan akan mengirimkan surat undangan resmi kepada PT KAI dalam waktu dekat. Langkah ini diambil setelah ditemukan rembesan mata air yang signifikan di tebingan underpass Batutulis, mengancam stabilitas struktur yang sebelumnya pernah longsor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa perbaikan harus dilakukan secara simultan. Pihaknya tidak ingin proyek pembangunan trase jalan yang tengah berjalan justru terhambat oleh masalah baru di kemudian hari.
“Kita nggak mau setelah trase kita bangun selesai ada masalah timbul baru. Ini tidak akan pernah selesai,” ujar Jenal di Bogor, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, kondisi tebingan saat ini cukup mengkhawatirkan. Ia menyoroti tidak adanya saluran drainase yang memadai di titik tersebut, sementara rembesan air terus terjadi.
“Rembesan airnya, tidak ada saluran drainase, penguatannya perlu dipertegas dan diyakinkan itu aman dilalui oleh kendaraan,” jelasnya. Pemkot menilai, penguatan tembok penahan tebing menjadi prioritas utama yang harus segera dikerjakan.
Jenal menegaskan bahwa perbaikan di area underpass Batutulis merupakan tanggung jawab PT KAI. Alasannya, lokasi tersebut masih berada dalam satu kawasan pekerjaan yang sebelumnya sempat mengalami longsor saat masa pemeliharaan.
“Ini kan masih satu kawasan dan dulu tuh masih dalam proses pemeliharaan waktu terjadinya longsor. Maka yang membangun jalan motor ini kemarin mereka juga, dan memang kolaborasi dengan PUPR. Cuman yang treatment di bawahnya ini belum diapa-apain, itu yang akan kita tagih,” katanya.
Pemkot berharap pertemuan yang direncanakan berlangsung di Balai Kota Bogor ini bisa dihadiri langsung oleh jajaran direksi PT KAI. “Mudah-mudahan Pak Dirjen dari PT KAI mendengar dan turun langsung juga ke Balai Kota seperti waktu kemarin turun ke Stasiun Batutulis,” tutup Jenal.
Underpass Batutulis merupakan salah satu akses utama di Kota Bogor yang kerap dilintasi kendaraan pribadi dan angkutan umum. Letaknya yang berada di bawah lintasan rel kereta api membuat kondisi tebingan di sekitarnya sangat bergantung pada sistem drainase dan konstruksi milik PT KAI. Longsoran sebelumnya terjadi saat proyek masih dalam masa pemeliharaan, menimbulkan kerugian dan mengganggu arus lalu lintas.
Pemkot Bogor menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar penanganan tebingan ini tuntas. Dengan adanya undangan resmi pekan ini, publik berharap ada kepastian jadwal perbaikan sebelum musim hujan tiba.