BANDUNG — Badaya di Babakan Ciparay menutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya digelar di tiga wilayah Kota Bandung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menyebut wilayah Bandung Timur lebih dulu menjadi lokasi di Kelurahan Rancasari, lalu Bandung Tengah di Kecamatan Sumur Bandung.
Menurut Adi, penyebaran lokasi itu memberi kesempatan bagi pemerintah kota untuk mengenali karakteristik dan potensi seni budaya yang berbeda di setiap kawasan.
Farhan menyatakan pelestarian budaya perlu didukung ruang yang memungkinkan seniman terus berkarya dan menampilkan kemampuannya kepada masyarakat. Salah satu upaya yang disiapkan adalah menghidupkan kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang sebagai ruang pertunjukan seni tradisional.
Empat jenis kesenian direncanakan mengisi gedung tersebut, yakni wayang golek, jaipongan, pencak silat, dan Kembang Sunda. Pertunjukan wayang golek dijadwalkan berlangsung satu kali setiap bulan.
Adapun jaipongan dan Kembang Sunda akan melalui proses seleksi lebih dulu. Pencak silat turut disiapkan sebagai salah satu kesenian yang akan ditampilkan.
"Pokoknya, Rumentang Siang kita penuhi setiap Minggu. Setuju?" ucap Farhan saat menyampaikan rencana tersebut.
Farhan meminta jajaran perangkat daerah terkait memperhatikan dukungan anggaran agar upaya menghidupkan ruang pertunjukan itu dapat berjalan.
Dalam sambutannya, Farhan menekankan bahwa budaya masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat melalui nilai dan norma. Ekspresi yang paling terlihat dari budaya, menurutnya, adalah seni.
"Sebetulnya, budaya itu masuk ke dalam jiwa kita, masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita melalui nilai dan norma. Namun, ekspresi yang paling terlihat dari budaya adalah seni. Karena itu, kita harus menghargai seni," ujar Farhan dilansir bandung.go.id.
Adi menjelaskan Badaya bertujuan memperkenalkan, mengapresiasi, dan melestarikan kekayaan seni budaya yang berkembang di masyarakat. Ia berharap kegiatan itu dapat diperluas pada tahun mendatang.
Badaya juga disebut berpotensi masuk kalender pariwisata Kota Bandung. "Dengan demikian, Badaya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus menjadi hiburan bagi warga di sekitarnya," ujarnya.
Anggota DPRD Kota Bandung Heri Hermawan menilai Badaya penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Sunda. Wilayah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, dan Bojongloa Kidul dinilainya memiliki banyak pelaku seni.
"Ngabudaya ini sangat luar biasa karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama," kata Heri.
Ia berharap kegiatan budaya seperti Badaya terus diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman. Heri juga mendorong pengembangan agenda itu agar mampu menarik kunjungan masyarakat ke Kota Bandung.
"Masih banyak potensi luar biasa di Kota Bandung terkait dengan budaya Sunda. Mari kita lestarikan budaya Sunda karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
Melalui Badaya, Pemkot Bandung mendorong seni dan budaya Sunda tidak hanya dipertahankan sebagai warisan. Keseniaan tradisional itu diharapkan terus mendapat ruang untuk berkembang, ditampilkan, dan dikenal masyarakat luas.