Sumedang Ngabatik 2026 Ditutup, 132 Peserta Ikut Tiga Rangkaian Lomba dan Pelatihan Batik

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 21 September 2026 | 07:16:02 WIB
Peserta mengikuti pelatihan membatik dalam rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 di Aula Asrama Haji Islamic Center Sumedang.

SUMEDANG — Rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 terdiri atas tiga kegiatan utama yang berlangsung sejak Juli hingga September. Lomba Desain Batik Kasumedangan digelar 13 Juli–9 Agustus 2026 dengan 50 peserta dari kategori umum dan pelajar.

Pelatihan membatik berlangsung tiga hari, 14–16 Agustus 2026, di Aula Asrama Haji Islamic Center Sumedang. Sebanyak 52 peserta dari tujuh sanggar batik di Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan tersebut.

Tahap terakhir adalah Lomba Karya Batik Tulis Khas Kasumedangan yang digelar 10 Agustus–17 September 2026. Lomba diikuti 30 peserta dengan desain juara pertama kategori umum sebagai master utama.

Berawal dari Obrolan Ringan, Disiapkan Hampir Delapan Bulan

Ketua Pelaksana Pelatihan sekaligus Pengurus GMB, Cecep Yanyan, menyebut Sumedang Ngabatik 2026 berawal dari obrolan ringan antara Galih Dimuntur Kartasasmita dan Agus Kori Hidayat yang saat itu menjabat Kepala Disperindag Kabupaten Sumedang.

"Dari obrolan tersebut Kang Galih berkomitmen untuk mendorong pengembangan batik Sumedang. Setelah hampir delapan bulan, akhirnya diputuskan untuk menggelar kegiatan Sumedang Ngabatik 2026," ujar Cecep.

Menurut Cecep, pelatihan membatik menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin dalam membuat karya batik tulis.

Ina Mariana Juara Pertama, Berangkat ke Hari Batik Nasional Surabaya

Pada puncak kegiatan, diumumkan para pemenang lomba karya batik tulis. Juara pertama diraih Ina Mariana dari Sanggar Batik Rumah Batik Sumedang/Sanggar WK.

Juara kedua ditempati Nafisa Sariningsih dari Nafira Batik, disusul Noneng Sri Jumianti dari Nafira Batik di posisi ketiga. Juara pertama lomba membatik akan diberangkatkan mengikuti kegiatan Hari Batik Nasional di Surabaya.

Dorong Indikasi Geografis Batik Kasumedangan

Inisiator Sumedang Ngabatik 2026 sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mendorong lahirnya karya batik khas Sumedang.

"Harapannya ke depan Sumedang memiliki indikasi geografis tentang batik Kasumedangan. Kemudian para juara ini akan didorong untuk mengikuti berbagai event dan pameran batik di tingkat nasional," kata Galih.

Galih menyebut pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Yayasan Batik Indonesia yang diketuai Gita Kartasasmita, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Himbara, serta berbagai pihak lainnya.

Dony: Ruang Kreativitas Harus Terus Diperbanyak

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Galih Dimuntur Kartasasmita atas inisiatif menyelenggarakan Sumedang Ngabatik.

"Saya haturkan terima kasih setinggi-tingginya atas inisiasinya menyelenggarakan kegiatan Sumedang Membatik. Kegiatan ini sangat bermakna, bermanfaat, dan berdampak," ujar Dony.

Menurut Dony, ruang kreativitas seperti Sumedang Ngabatik perlu terus diperbanyak agar para perajin, khususnya generasi muda, memiliki wadah untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan.

"Dengan ruang kreativitas ini, saya yakin akan terus menginspirasi dan memotivasi para pembatik di Kabupaten Sumedang, bahkan bisa terus menghasilkan generasi penerusnya," katanya.

Dony menilai pencipta budaya bukan hanya mereka yang mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga mereka yang mampu melakukan pembaruan sehingga budaya tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

"Melestarikan budaya lama yang baik dan menggali budaya baru yang lebih baik," ujarnya.

Dony berharap Sumedang Ngabatik menjadi titik awal lahirnya identitas batik yang benar-benar merepresentasikan karakter dan kekhasan Kabupaten Sumedang. Ia menekankan perlunya upaya menentukan ciri khas batik Sumedang, lalu mempopulerkan dan mempublikasikannya secara luas.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kapol.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top