Pertamina Patra Niaga Kucur Pasokan BBM ke Sulsel, Solar Subsidi Naik 15 Persen

Penulis: Prayoga Santana  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:48:01 WIB
Mobil tangki Pertamina Patra Niaga bersiap menyalurkan BBM ke SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan.

JAWA BARATMakassar, 12 September 2026 — PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat merespons kenaikan permintaan bahan bakar minyak di Sulawesi Selatan. Anak usaha Pertamina ini menambah volume penyaluran ke Terminal BBM, mengoptimalkan operasional mobil tangki, hingga merekonfigurasi layanan di sejumlah SPBU demi menjaga ketersediaan BBM.

Pemicunya, lonjakan permintaan yang cukup signifikan pada BBM bersubsidi. Pola konsumsi masyarakat yang berubah bersamaan dengan peningkatan pembelian membuat antrean di beberapa SPBU memanjang dalam beberapa pekan terakhir.

Solar Subsidi Naik 10–15 Persen

Data internal Pertamina Patra Niaga mencatat kebutuhan Solar JBT (Jenis BBM Tertentu) di Sulawesi Selatan naik sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah tersebut ikut menggeliat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pihaknya terus menyesuaikan pasokan sesuai kondisi lapangan. Menurut dia, penambahan volume ke Terminal BBM menjadi langkah utama agar suplai ke Makassar tetap aman.

"Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Kitty.

Mobil Tangki Siaga 24 Jam, Nozzle Pertalite Ditambah

Di sisi operasional, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan mobil tangki selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman dan pengisian stok di SPBU. Penambahan nozzle Pertalite juga dilakukan di sejumlah titik yang dinilai paling padat.

Sebanyak 25 SPBU di Makassar kini beroperasi nonstop 24 jam. Langkah ini diambil untuk memecah kepadatan antrean dan mempercepat pelayanan kepada konsumen.

Pemantauan stok, penyaluran, dan kondisi operasional SPBU dilakukan secara intensif. Penyesuaian distribusi dijadwalkan berkala agar pasokan tetap tersedia di wilayah yang paling membutuhkan.

Imbauan ke Warga: Beli Sesuai Kebutuhan

Kitty mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurut dia, pola beli panik justru memperparah antrean dan menghambat distribusi ke wilayah lain.

"Kami terus melakukan monitoring dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan. Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berjalan lancar dan merata," kata Kitty.

Langkah Pertamina Patra Niaga ini menjadi ujian bagi kesiapan distribusi energi di kawasan timur Indonesia. Dengan pola konsumsi yang terus berubah, kecepatan penyesuaian pasokan di tingkat terminal hingga SPBU akan menentukan seberapa lancar layanan BBM bagi warga Sulawesi Selatan ke depan.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top