BPBD Jabar Catat 284 Kecamatan Kekeringan, 1,47 Juta Jiwa Terdampak dan Kabupaten Bogor Paling Parah

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:16:01 WIB
Kekeringan melanda 284 kecamatan di Jawa Barat dengan 1,47 juta jiwa terdampak per 23 Oktober 2025.

BANDUNG — Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat membuat sumur warga dan sumber air tanah mengering di ratusan titik. Data BPBD Jabar per Jumat (23/10) pukul 15.00 WIB menunjukkan angka terdampak masih bergerak naik seiring laporan baru dari kabupaten dan kota.

Kolaborasi lintas lembaga sudah menggelontorkan 44.613.675 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kelangkaan. Pasokan itu disalurkan bertahap sejak krisis air mulai meluas.

Kabupaten Bogor Menanggung Beban Terdampak Terbesar

Dari pemetaan sebaran BPBD Jabar, Kabupaten Bogor mencatat 124.160 KK atau 420.768 jiwa yang kesulitan mendapat air bersih. Angka itu menjadikannya wilayah dengan beban populasi terdampak paling signifikan di provinsi ini.

Sejumlah kabupaten lain menyusul dengan angka besar:

  • Kabupaten Purwakarta: 54.279 KK (173.442 jiwa)
  • Kabupaten Bekasi: 39.989 KK (117.612 jiwa)
  • Kabupaten Bandung: 37.177 KK (117.434 jiwa)
  • Kabupaten Sumedang: 22.778 KK (84.691 jiwa)
  • Kabupaten Ciamis: 22.621 KK (64.681 jiwa)

Bekasi Terima Pasokan Air Terbanyak, Capai 17,3 Juta Liter

Kabupaten Bekasi menjadi daerah penerima bantuan air bersih terbanyak dengan volume 17.302.275 liter. Posisi kedua ditempati Kabupaten Bogor dengan 7.765.000 liter.

Pasokan volume besar juga mengalir ke wilayah Jabar selatan dan timur. Kabupaten Pangandaran menerima 3.978.000 liter, Ciamis 3.358.000 liter, Kota Tasikmalaya 2.557.000 liter, serta Purwakarta 1.787.000 liter. Kabupaten Bandung Barat dan Karawang masing-masing mendapat 1.169.000 liter.

BPBD Jadi Kontributor Utama Pasokan Air

Operasi kemanusiaan ini melibatkan instansi pemerintah, BUMN/BUMD, aparat keamanan, hingga sektor swasta dan masyarakat sipil. BPBD memimpin dengan kontribusi 26.487.000 liter.

Penyusul berikutnya adalah Palang Merah Indonesia dengan 5.285.925 liter, PDAM 4.465.000 liter, Kementerian Pekerjaan Umum 3.051.400 liter, dan TAGANA 1.670.000 liter. Komunitas relawan bersama dunia usaha menambah lebih dari 1,8 juta liter.

Bantuan tambahan datang dari BBWS, BAZNAS, Kodim, Polres, Dinas Damkar, serta berbagai lembaga sosial lain. Total kontribusi dari semua pihak itulah yang menembus 44,6 juta liter.

Warga Diminta Hemat Air dan Lapor Lewat Call Center Darurat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BPBD mengimbau masyarakat menghemat pemakaian air selama kekeringan berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan wilayah yang butuh pasokan air bersih mendesak.

Pelaporan bisa disampaikan melalui call center darurat 0899-9404-629 atau situs resmi bpbd.jabarprov.go.id. BPBD Jabar belum merinci proyeksi kebutuhan air hingga akhir musim kemarau.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: pelitakarawang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top