SUKABUMI — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka langsung program pelatihan kerja berbasis kebutuhan pasar kerja lokal itu. Menurutnya, pelatihan vokasi harus disesuaikan dengan potensi usaha daerah agar peserta punya keterampilan yang relevan, baik untuk masuk dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.
Pelatihan TMT Batch 2 menyebar ke dalam empat klaster ekonomi. Klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi mencakup Practical Office Advance, Content Creator, dan Public Speaking.
Klaster Pangan dan Kuliner meliputi Pangan Kuliner, Roti dan Kue, Peracikan Minuman Kopi, serta Pengelolaan Kelembagaan Brigade Pangan. Klaster Garmen dan Fesyen terdiri atas Menjahit Pakaian, Pembuatan Pakaian dengan Mesin Jahit, dan Operasi Mesin Jahit.
Sementara Klaster Kecantikan menyediakan pelatihan Rias Wajah. Seluruh materi dirancang mengikuti kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha di wilayah Sukabumi.
Yassierli meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan sertifikat hanya berarti jika benar-benar dibarengi penguasaan keterampilan.
"Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan," katanya.
Ia juga menyoroti peran instruktur yang dinilainya punya pengalaman panjang dan jejaring luas. Peserta didorong memanfaatkan kesempatan itu semaksimal mungkin selama dua pekan pelatihan berlangsung.
Menurut Yassierli, keberhasilan pelatihan tidak berhenti saat proses belajar rampung. Lulusan perlu pendampingan agar keterampilan yang diperoleh bisa dipakai untuk bekerja atau mengembangkan usaha.
Ia mendorong pemerintah daerah membantu menghubungkan lulusan dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, dan pendampingan usaha sesuai kebutuhan masing-masing.
"Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara," ujar Yassierli.
Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan sejumlah mitra. Dari unsur pemerintah daerah, ada UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.
Adapun mitra dari unsur masyarakat meliputi Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami. Keterlibatan sejumlah lembaga itu memperluas jangkauan pelatihan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.