Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Selatan Sukabumi, Warga Terbangun dari Tidur

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:16:31 WIB
Gempa magnitudo 5,7 mengguncang perairan selatan Sukabumi dan dirasakan warga hingga ke daratan.

SUKABUMI — Getaran gempa magnitudo 5,7 yang berpusat di laut selatan Jawa Barat membuat sejumlah warga Sukabumi terkejut saat sedang beristirahat di rumah. Meski tidak menimbulkan kerusakan, guncangan singkat itu cukup membuat warga yang tengah bersantai langsung bergegas keluar atau bangun dari tidur.

Andi, salah seorang warga, mengaku langsung terbangun saat lindu terjadi. Ia sebelumnya baru saja selesai begadang sehingga sedang tidur pulas ketika guncangan datang.

"Semalam habis begadang, pas lagi tidur tiba-tiba dibangunkan goyangan gempa. Terasa lumayan besar, tapi cepat banget, cuma sekitar dua detik," ungkap Andi.

Episenter di Laut, Getaran Sampai ke Daratan

BMKG mencatat episenter gempa terletak pada jarak 193 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi. Pusat gempa berada di laut lepas, namun getarannya masih dirasakan nyata di daratan.

Meski lokasi episenter cukup jauh dari permukiman, warga tetap merasakan guncangan karena kekuatan gempa yang mencapai magnitudo 5,7. Getaran berlangsung singkat, hanya sekitar dua detik menurut kesaksian warga.

Hingga laporan ini ditulis, belum tercatat adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Tidak ada laporan bangunan roboh atau warga yang terluka.

Waspada Gempa Susulan, Pantau Kanal Resmi BMKG

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta hanya memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat wilayah selatan Jawa Barat berada di zona rawan gempa.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top