JAWA BARAT — Imunisasi Kejar digelar serentak di Bandung untuk mengejar cakupan imunisasi anak yang belum lengkap. Program ini menyasar balita demi melindungi mereka dari penyakit yang dapat dicegah, termasuk polio. Berikut hal yang perlu ibu ketahui soal jadwal, sasaran, dan cara memastikan si kecil ikut serta.
Imunisasi Kejar menjadi langkah penting bagi orang tua yang anaknya belum melengkapi dosis vaksin sesuai jadwal. Di Bandung, program ini dijalankan serentak sebagai upaya menutup celah kekebalan anak.
Polio termasuk penyakit yang bisa dicegah lewat imunisasi lengkap. Karena itu, memastikan balita mendapat vaksin sesuai usia menjadi salah satu cara paling efektif melindunginya.
Imunisasi Kejar adalah pemberian vaksin kepada anak yang status imunisasinya belum lengkap atau terlambat dari jadwal. Tujuannya mengejar ketertinggalan dosis agar anak tetap terlindungi.
Program ini biasanya menyasar balita, terutama yang belum menerima vaksin polio sesuai tahapan usia. Orang tua bisa menanyakan status imunisasi anak ke posyandu atau puskesmas terdekat.
Polio menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Penyakit ini menular lewat makanan, air, atau tangan yang terkontaminasi virus.
Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi. Karena itu, cakupan imunisasi yang merata di suatu wilayah ikut menentukan seberapa besar perlindungan yang terbentuk.
Konsultasikan ke dokter atau petugas kesehatan jika anak memiliki riwayat alergi berat, sedang demam tinggi, atau mengalami kondisi medis tertentu. Mereka akan menilai apakah imunisasi bisa diberikan sekarang atau perlu ditunda.
Jangan ragu bertanya soal efek samping ringan seperti demam atau nyeri di lokasi suntikan. Informasi ini membantu ibu lebih tenang saat menemani anak imunisasi.
Melengkapi imunisasi anak bukan sekadar memenuhi jadwal, tapi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan ikut Imunisasi Kejar, ibu turut menjaga balita tetap terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.