JAWA BARAT — Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis ternyata tidak memakai gelar kerajaan saat bersekolah. Ketiganya dikenal dengan nama belakang Wales, mengikuti gelar orang tua mereka. Simak alasan di balik kebiasaan ini dan bagaimana aturan nama keluarga kerajaan Inggris bekerja.
George Alexander Louis, Charlotte Elizabeth Diana, dan Louis Arthur Charles adalah nama lengkap ketiga anak Pangeran William dan Kate Middleton. Namun di lingkungan sekolah, mereka tidak memperkenalkan diri dengan deretan nama bangsawan itu.
Ketiganya justru menggunakan nama yang jauh lebih sederhana: George Wales, Charlotte Wales, dan Louis Wales. Nama belakang Wales inilah yang tertulis di daftar hadir, seragam, dan interaksi sehari-hari mereka dengan teman sekelas.
Nama Wales diambil langsung dari gelar yang disandang orang tua mereka. William dan Kate resmi bergelar Pangeran dan Putri Wales setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada September 2022.
Sebelum gelar itu berpindah, ketiga anak mereka menggunakan Cambridge sebagai nama belakang di sekolah. Perubahan ini otomatis mengikuti gelar baru yang diterima William dan Kate.
Menariknya, tradisi serupa pernah dijalani William dan Harry saat masih bersekolah. Keduanya memakai nama Wales, mengikuti gelar yang saat itu dimiliki ayah mereka, Raja Charles, ketika masih menyandang Prince of Wales.
George yang kini berusia 13 tahun menempuh pendidikan di Eton College. Sementara Charlotte, 11 tahun, dan Louis, 8 tahun, masih bersekolah di Lambrook Prep School, Berkshire.
Di kedua sekolah inilah nama Wales dipakai secara konsisten. Teman-teman dan guru mengenal mereka sebagai siswa biasa dengan nama belakang yang sama seperti anak-anak lain, bukan sebagai pangeran atau putri.
Penggunaan nama belakang di keluarga kerajaan memang tergolong rumit. Anggota kerajaan umumnya dikenal lewat nama dan gelar mereka, tanpa nama belakang dalam kehidupan publik.
Menurut situs resmi keluarga kerajaan Inggris, aturan nama keluarga bermula pada 1917. Raja George V menetapkan Windsor sebagai nama keluarga untuk keturunan laki-laki Ratu Victoria.
Ketika Ratu Elizabeth II naik takhta pada 1952, nama Windsor tetap dipertahankan. Beberapa tahun kemudian, Elizabeth II dan Pangeran Philip menetapkan Mountbatten-Windsor untuk membedakan keturunan langsung mereka, tanpa mengubah nama resmi House of Windsor.
Aturan itu menjelaskan mengapa sebagian anggota kerajaan memakai Mountbatten-Windsor dalam situasi tertentu. Lady Louise Windsor, putri Duke dan Duchess of Edinburgh, misalnya, kerap tercatat sebagai Louise Mountbatten-Windsor, termasuk saat mengikuti kompetisi berkuda.
Kebiasaan keluarga kerajaan Inggris memberi satu gambaran sederhana: anak tetap bisa tumbuh normal meski berasal dari keluarga dengan status khusus. Memakai nama yang lebih netral di sekolah membantu mereka berinteraksi tanpa jarak dengan teman sebaya.
Bagi orang tua di Indonesia, prinsipnya bisa diterapkan dengan cara lain. Misalnya, tidak selalu menonjolkan prestasi atau latar belakang keluarga di depan anak, agar ia belajar bersosialisasi atas dasar karakternya sendiri.
Yang terpenting, anak merasa nyaman dan diterima di lingkungan sekolahnya. Nama boleh berbeda, tapi pengalaman belajar dan berteman tetap sama.