Kapolri Suyudi Ario Seto Rombak 88 Jabatan Polri, Divpropam hingga Lemdiklat Berganti

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:39:31 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merombak 88 jabatan di jajaran Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merombak jabatan di jajaran Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Perombakan tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang memuat mutasi 88 pejabat. Mabes Polri menyebut rotasi ini sebagai bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

JAKARTA — Mutasi 88 pejabat Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 itu menyentuh sejumlah posisi strategis, mulai dari Divpropam hingga Lemdiklat. Mantan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko diangkat sebagai Kepala Lemdiklat (Kalemdiklat) Polri menggantikan Komjen Pol R.Z. Panca Putra yang mendapat tugas baru di Kementerian Hukum.

Posisi Kadiv Propam Polri kini diisi Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap. Ia menggantikan Irjen Pol Abdul Karim yang berpindah jabatan sebagai Kasespim Lemdiklat Polri.

Ribut Hari Wibowo Tinggalkan Kursi Kapolda Jawa Tengah

Irjen Pol Ribut Hari Wibowo meninggalkan jabatan lamanya sebagai Kapolda Jawa Tengah. Ia ditunjuk menjadi Wakalemdiklat Polri menggantikan Irjen Pol Yoseph Wihastono Yoga Pranoto.

Yoseph sendiri diangkat sebagai Gubernur Akpol. Kursi Gubernur Akpol sebelumnya diduduki Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang diganti karena sudah memasuki masa pensiun.

Alasan Mutasi Menurut Kadiv Humas Polri

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, rotasi bertujuan menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberi ruang pengembangan karier bagi personel.

"Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Johnny dalam keterangan pers tersebut.

Johnny berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri. Mereka diharapkan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

"Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat," ujarnya.

Dampak ke Jajaran Polda di Daerah

Rotasi di tingkat Mabes Polri turut berdampak pada struktur kepemimpinan di daerah. Kekosongan kursi Kapolda Jawa Tengah yang ditinggalkan Ribut Hari Wibowo menjadi salah satu posisi yang menunggu pengisian.

Mutasi ini juga menyentuh Lemdiklat Polri yang membawahi pendidikan dan pelatihan personel, termasuk Akademi Kepolisian. Pergantian di tubuh Lemdiklat dan Akpol berpengaruh pada penyiapan sumber daya manusia kepolisian ke depan.

Surat telegram bertanggal 2 Oktober 2026 itu menjadi dasar resmi pelaksanaan rotasi. Mabes Polri belum merinci jadwal pelantikan maupun serah terima jabatan para pejabat yang dimutasi.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top