BOGOR — Ketua KP2C Puarman memaparkan mekanisme kerja, dampak, serta capaian organisasi yang dibentuk sejak 2016 itu kepada rombongan Rotary. KP2C telah mengantongi Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM dan memusatkan kegiatannya pada sistem peringatan dini banjir.
Menurut Puarman, sistem tersebut telah membantu menyelamatkan puluhan ribu warga yang berpotensi terdampak banjir. Warga di bantaran sungai mendapat informasi potensi ancaman jauh sebelum air dari hulu tiba.
"Tidak ada korban jiwa akibat banjir karena warga mengetahui potensi ancaman banjir enam jam sebelum air sungai dari hulu tiba di permukiman mereka," jelas Puarman.
Puarman menjelaskan, sistem peringatan dini dikembangkan dengan menempatkan tujuh kamera CCTV dan petugas pemantau di sepanjang jalur Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Tinggi Muka Air (TMA) sungai dari hulu hingga hilir dipantau secara real time melalui telepon seluler para pengurus KP2C.
Pemantauan tidak berhenti pada debit air. KP2C juga mengawasi potensi pencemaran sungai, khususnya Sungai Cileungsi yang berada di kawasan dengan banyak kegiatan industri.
"Air menghitam, bau menyengat, kami cari sumbernya. Kami turun menyusuri sungai bersama aparat terkait, termasuk TNI, dan kami menemukan sumber yang diduga sebagai pelakunya," ujar Puarman.
KP2C berencana menjadikan kantor sekretariatnya sebagai pusat kontrol atau pemantauan kondisi kualitas dan kuantitas kedua sungai, termasuk Kali Bekasi yang menjadi muara Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas.
"Pembangunannya semoga segera terealisasi," ujar Puarman, didampingi enam pengurus KP2C yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Akihiko Ikai datang didampingi Pradhana Hatdjosubroto selaku perwakilan Rotary Club Bekasi Raya serta sejumlah pengurus. Ia mengapresiasi program-program yang telah dijalankan KP2C dan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk memperdalam informasi yang disampaikan ketua komunitas itu.
"Dari mana biaya operasional KP2C?" tanya Akihiko.
Puarman menjawab bahwa operasional KP2C berasal dari donasi masyarakat. Sistem peringatan dini yang dikelola berbasis masyarakat dan melibatkan warga secara langsung.
"Dari, oleh, dan untuk masyarakat," tandasnya.
Muji Lestari, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia berharap Rotary dapat mengembangkan kerja sama dengan berbagai institusi di Kabupaten Bogor, termasuk KP2C.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu bantuan dan dukungan mitra kerja. Untuk itu, kami berterima kasih apabila Rotary District Jepang membangun kerja sama dengan KP2C agar lingkungan hidup tetap terjaga sehingga risiko bencana lingkungan dapat ditekan," ujarnya.
Setelah pertemuan, Akihiko bersama rombongan meninjau langsung kondisi Sungai Cikeas, Sungai Cileungsi, serta Kali Bekasi. Rombongan juga melihat lokasi titik pantau KP2C di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, tepatnya di titik pantau P2C (Pertemuan Sungai Cileungsi-Cikeas) di kawasan Vila Nusa Indah 1, Bojongkulur.