Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Capai Rp4,7 Triliun, Bappenas Susun Desain Besar Industri Olahraga

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:19:02 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan sambutan dalam peluncuran kajian dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 di Jakarta.

JAWA BARAT — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Temuan itu tertuang dalam buku kajian yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, sekaligus menjadi dasar penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.

Kajian berjudul "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" itu diluncurkan di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Penyusunannya melibatkan ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata InJourney.

Sejumlah kementerian dan lembaga ikut terlibat, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, BPS, hingga Bank Indonesia. Kolaborasi lintas sektor itu dipakai untuk menghitung dampak langsung, tidak langsung, dan lanjutan dari ajang balap motor internasional tersebut.

Rachmat Pambudy: Ekosistem Olahraga Masih Terfragmentasi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai pengalaman MotoGP Mandalika memperlihatkan pentingnya membangun ekosistem industri olahraga secara terpadu. Menurutnya, potensi industri olahraga Indonesia belum sepenuhnya dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi, investasi, dan lapangan kerja.

Kondisi itu dipengaruhi ekosistem yang masih terfragmentasi, baik dari sisi data, produk, industri, sumber daya manusia, maupun pemanfaatan infrastruktur olahraga.

"Pembelajaran dari MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya pengembangan ekosistem industri olahraga yang terpadu. Potensi industri olahraga belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai tambah, investasi, dan lapangan kerja di dalam negeri. Ekosistemnya masih terfragmentasi, mulai dari data, produk, industri, dan sumber daya manusia hingga pemanfaatan infrastruktur olahraga," ujar Rachmat.

Puluhan Ribu Lapangan Kerja hingga Eksposur Media Rp6,9 Triliun

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika menciptakan puluhan ribu kesempatan kerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Manfaat ekonominya menyebar ke sektor pariwisata, UMKM, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Nilai promosi yang dihasilkan juga besar. Eksposur media internasional ajang ini tercatat memiliki Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Survei 1.800 Responden: Skor Pengalaman Penonton 5,07 dari 6

Bappenas bersama ITDC melakukan survei selama MotoGP Mandalika 2025 dengan melibatkan lebih dari 1.800 responden. Responden terdiri atas penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Hasilnya, skor pengalaman penonton atau brand equity mencapai 5,07 dari skala 6. Kepuasan tenaga kerja dan relawan berada di level 5,51, sementara kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23.

Kajian juga menemukan potensi peningkatan kunjungan wisatawan seiring menguatnya eksposur Mandalika. Dengan dukungan promosi destinasi yang terintegrasi, kunjungan wisatawan diperkirakan naik sekitar 11 persen.

Widiyanti Putri Wardhana: Sport Tourism Terus Diperkuat

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut MotoGP Mandalika memperlihatkan bahwa event olahraga internasional berdampak lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan kompetisi.

"MotoGP Mandalika telah memperlihatkan bagaimana sebuah event olahraga kelas dunia mampu memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal. Sinergi sektor pariwisata dengan olahraga akan terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan sport tourism Indonesia," kata Widiyanti.

Dukungan pemerintah daerah turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan. Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota menyiapkan anggaran, promosi pariwisata, pelayanan kesehatan, pengamanan, peningkatan infrastruktur, dan kegiatan pendukung.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top