Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk memastikan kesiapan venue FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung 25 September hingga 5 Oktober 2026. Dari hasil peninjauan, pemasangan branding turnamen sudah mencapai 80 persen dan hanya menyisakan pekerjaan di area lapangan. Kualitas lapangan telah disetujui FIFA dan dinilai dalam kondisi baik untuk menggelar pertandingan.
BANDUNG — Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue yang dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Erick Thohir menyebut persiapan di stadion kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu berjalan sesuai standar yang ditetapkan penyelenggara.
"Kita ingin memastikan persiapan di Stadion Si Jalak Harupat ini berjalan seperti biasa. Seperti biasa artinya sudah baik," kata Erick di Kabupaten Bandung, Kamis.
Erick merinci pemasangan branding untuk kebutuhan penyelenggaraan turnamen telah mencapai 80 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya menyentuh sejumlah titik di area lapangan.
Soal kualitas rumput, FIFA sudah memberi lampu hijau. Erick menyatakan lapangan Si Jalak Harupat dinilai berada dalam kondisi baik dan layak dipakai untuk pertandingan level internasional.
FIFA menyiapkan sejumlah hotel di Kota Bandung untuk mendukung kebutuhan turnamen. Dukungan itu mencakup logistik hingga transportasi tim peserta.
"Semua logistik, transportasi tim-tim yang bermain, itu semua dari FIFA. Jadi FIFA yang memberikan support kepada sepak bola Indonesia ini luar biasa," kata Erick.
Erick menilai kualitas tim peserta FIFA ASEAN Cup 2026 cukup tinggi. Pertandingan berlangsung dalam kalender FIFA sehingga klub-klub diwajibkan melepas pemain untuk memperkuat tim nasional masing-masing.
Vietnam, Thailand, dan Filipina disebut membawa pemain terbaik mereka, termasuk pemain diaspora dan pemain yang telah melalui proses naturalisasi.
"Jadi saya rasa ini kualitas permainan yang tinggi karena memang di bawah jendela FIFA. Artinya, semua klub di seluruh dunia harus melepas pemainnya," kata Erick.
Erick berharap pelaksanaan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat menyaksikan pertandingan berkualitas. Ajang ini juga diharapkan mendorong perkembangan sepak bola di daerah.
"Supaya kita belajar bagaimana juga meningkatkan sepak bola di daerah-daerah atau di grassroot, dengan tentu ekspektasi tadi pertandingan yang kelas baik supaya ada yang terinspirasi," kata dia.