Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat tengah mendalami temuan Ombudsman RI soal sejumlah fasilitas berstandar apartemen di Lapas Kelas II-A Cibinong, Kabupaten Bogor. Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar Yudi Suseno menyatakan timnya masih memeriksa untuk memastikan fakta dan kondisi di lapangan. Pendalaman dilakukan setelah Ombudsman mengungkap keberadaan sejumlah rumah di kawasan belakang lapas yang diduga dihuni narapidana.
BANDUNG — Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar Yudi Suseno menyebut pihaknya belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum tim selesai bekerja. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru.
"Untuk masalah Lapas Cibinong, sedang dalam pendalaman oleh tim, kita tunggu hasil pendalamannya," kata Yudi di Bandung, Kamis.
Yudi juga belum bersedia menjelaskan soal kemungkinan pemeriksaan terhadap Kepala Lapas Cibinong maupun Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan. Alasannya, proses pendalaman belum tuntas.
"Kita tunggu hasil pendalaman supaya tidak sumir," ujarnya.
Temuan Ombudsman RI berawal dari inspeksi mendadak kedua ke Lapas Cibinong sepanjang 2026. Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menyatakan fasilitas tersebut berada di kawasan belakang lapas, terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
"Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada," kata Fikri.
Sejumlah rumah di kawasan itu diduga dihuni narapidana. Ombudsman belum merinci siapa penghuni dan bagaimana fasilitas itu bisa berdiri di dalam area lapas.
Pada sidak pertama yang dilakukan Juli, Ombudsman mengaku tidak diperkenankan masuk untuk melakukan pemeriksaan. Situasi serupa nyaris terulang pada sidak kedua.
Tim Ombudsman membawa surat resmi dan mengenakan atribut lembaga, tetapi tetap sempat dihalangi akses masuk. Pemeriksaan baru bisa berjalan setelah terjadi cekcok dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan.
"Tentu kami semakin bertanya, ada apa kok kami dihalang-halangi. Setelah ketemu di sana, ternyata banyak sekali rumah yang diduga narapidana ada di dalam sana," ujarnya.
Yudi belum mengungkap identitas warga binaan yang diduga mendapatkan fasilitas tersebut. Ia menegaskan tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan tim.
"Masih pendalaman ya kang. Saya tidak mau mendahului," ujarnya.
Kanwil Ditjenpas Jabar menyatakan hasil pendalaman akan menjadi dasar penanganan lebih lanjut. Sampai keterangan itu diberikan, belum ada tenggat resmi kapan hasil pemeriksaan diumumkan.