Kredit di Priangan Timur Tembus Rp58,19 Triliun, OJK Tasikmalaya Sebut Dominasi Sektor Rumah Tangga

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:33:01 WIB
Penyaluran kredit di Priangan Timur tercatat mencapai Rp58,19 triliun hingga Juni 2026, didominasi sektor rumah tangga.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat penyaluran kredit di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, tumbuh 3,26 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp58,19 triliun hingga Juni 2026. Pertumbuhan ini masih didominasi oleh kredit konsumsi yang mencapai Rp30,87 triliun atau 53,06 persen dari total penyaluran.

TASIKMALAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat total aset industri jasa keuangan di Priangan Timur tumbuh 4,54 persen secara tahunan menjadi Rp90,94 triliun pada Juni 2026. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan mencapai Rp37,13 triliun atau meningkat 7,60 persen.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengungkapkan, struktur kredit di wilayah yang meliputi Kabupaten Garut, Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Ciamis, dan Pangandaran ini masih ditopang sektor rumah tangga.

"Dominasi kredit konsumsi tersebut menunjukkan tingginya peran sektor rumah tangga dalam menopang pertumbuhan penyaluran kredit di wilayah Priangan Timur," kata Nofa di Kota Tasikmalaya, Rabu.

Kredit UMKM Capai Rp24,84 Triliun, Usaha Mikro Mendominasi

Dari sisi segmen usaha, penyaluran kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat mencapai Rp24,84 triliun, atau setara 42,70 persen dari total kredit. Sisanya, kredit non-UMKM sebesar Rp33,34 triliun atau 57,30 persen.

Menurut Nofa, penyaluran kredit UMKM masih didominasi oleh usaha mikro dengan nilai Rp15,70 triliun atau 63,20 persen. Disusul usaha kecil sebesar Rp7,28 triliun (29,31 persen) dan usaha menengah Rp1,87 triliun (7,50 persen).

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbankan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah," ujarnya.

Kredit Investasi dan Modal Kerja Masih Tertinggal

Selain kredit konsumsi, penyaluran kredit investasi di Priangan Timur tercatat sebesar Rp19,12 triliun atau 32,85 persen dari total kredit. Sementara itu, kredit modal kerja baru mencapai Rp8,20 triliun atau 14,09 persen.

Nofa menambahkan, industri jasa keuangan (IJK) di wilayah Priangan Timur saat ini berada dalam kondisi stabil dan terjaga di tengah kinerja perekonomian nasional yang relatif stabil. Hal ini tercermin dari pertumbuhan positif yang terjadi pada seluruh indikator utama, mulai dari aset, DPK, hingga kredit.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top