DEPOK — Tim Pasukan Khusus (Pasus) Raden Denok SDN Rawa Denok kembali menegaskan dominasinya di pentas kepramukaan regional. Berlaga di lomba Pramuka Penggalang se-Jabodetabek yang diselenggarakan Cakrawala di Pondok Pesantren Al Hidayah, Pancoran Mas, tim ini sukses menjadi Juara Umum dengan mengumpulkan 27 piala, Sabtu (22/8/2026).
Koordinator Pasus sekaligus Sekretaris Komite SDN Rawa Denok, Munah, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi latihan. Dalam tiga bulan terakhir saja, total trofi yang sudah dikumpulkan Pasus Raden Denok mencapai 39 piala. Sebelumnya, tim ini juga meraih Juara Umum II di ajang yang digelar SMP Al Istiqomah.
Munah menegaskan prestasi itu tidak diraih secara instan. Para anggota Pasus menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan. Memasuki tujuh hari jelang lomba, intensitas latihan ditingkatkan menjadi setiap hari untuk mematangkan kesiapan anak-anak.
“Saya selalu mendampingi setiap latihan. Kalau sudah H-7, latihan dilakukan setiap hari untuk mematangkan kesiapan anak-anak,” ungkap Munah, Senin (24/8/2026).
Pasus Raden Denok yang baru terbentuk pada 2024 ini beranggotakan 50 siswa dari kelas IV hingga VI. Saat ini, mereka tengah bersiap menghadapi Lomba Tingkat (LT) II yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 September 2026.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras jajaran pelatih dan semangat para peserta didik. “Yang hebat itu anak-anak dan jajaran pelatih. Mereka punya semangat dan kemauan untuk terus berlatih serta memberikan yang terbaik,” ujar Munah.
Kepala SDN Rawa Denok, Alphi Muhajjab, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan kerja sama solid antara siswa, pembina, pelatih, komite sekolah, dan orang tua.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang selama ini selalu mendukung program-program sekolah, termasuk kegiatan Pramuka. Dukungan orang tua sangat berarti bagi anak-anak dalam mengikuti latihan maupun perlombaan,” ucap Alphi.
Alphi berharap prestasi ini memotivasi siswa lain untuk mengembangkan potensi diri lewat kegiatan positif. “Yang paling penting bukan hanya pialanya, tetapi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan Pramuka,” pungkasnya.