BANDUNG — Kerja sama antara PT Pegadaian Kanwil X Jabar dan MES Jawa Barat ditandatangani langsung oleh Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil X Jabar, Eko Suprianto, bersama Ketua MES Jawa Barat, Harry Maksum. Prosesi tersebut turut disaksikan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Juliantono, serta Dewan Komisaris PT Pegadaian, Kukrit Suryo Wicaksono.
Nota kesepahaman ini tidak sekadar seremoni. Pegadaian dan MES Jabar sepakat mendorong literasi keuangan syariah di kalangan pengusaha kecil dan menengah. Selama ini, banyak pelaku UMKM di Jawa Barat yang masih mengandalkan pembiayaan konvensional dengan bunga tinggi.
Padahal, produk gadai syariah atau pembiayaan berbasis bagi hasil bisa menjadi alternatif yang lebih adil. “Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah,” demikian bunyi keterangan resmi yang diterima redaksi.
Pemilihan momen penandatanganan MoU yang berbarengan dengan pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Barat dinilai strategis. Dengan struktur kepengurusan yang baru, MES Jabar diharapkan memiliki daya gerak lebih kuat untuk menjangkau komunitas dan pelaku usaha syariah di daerah.
Pegadaian sendiri memiliki jaringan hingga ke tingkat kecamatan di Jawa Barat. Kolaborasi ini memungkinkan sosialisasi produk keuangan syariah berjalan lebih masif, mulai dari kota besar seperti Bandung hingga ke pelosok.
Kehadiran Menteri Koperasi dalam acara ini menandakan perhatian serius pemerintah pusat terhadap penguatan ekonomi syariah di daerah. Dr. Ferry Joko Juliantono menilai sinergi antara BUMN seperti Pegadaian dengan organisasi masyarakat seperti MES bisa menjadi model pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Pegadaian Kanwil X Jawa Barat selama ini tercatat memiliki portofolio pembiayaan yang cukup besar untuk sektor produktif. Dengan tambahan kanal distribusi melalui MES, target inklusi keuangan syariah di Jabar diharapkan bisa terdongkrak secara signifikan.
Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak akan menyusun rencana aksi bersama. Fokus awal adalah pelatihan literasi keuangan syariah bagi pengurus MES di tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, skema pembiayaan khusus UMKM berbasis syariah akan mulai dipasarkan.
Belum ada target angka pasti yang disebutkan dalam kesepakatan ini. Namun, dengan cakupan wilayah Jawa Barat yang luas dan jumlah UMKM yang mencapai jutaan, potensi penyerapan produk syariah dinilai masih sangat besar.