BOGOR — Ratusan anak memadati Alun-alun Kota Bogor dalam perayaan puncak Hari Anak Nasional 2026. Mereka tampil di panggung kreativitas, fashion show, hingga pembagian hadiah. Tema yang diusung tahun ini adalah “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”.
Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, mengatakan pihaknya sengaja memilih peserta yang belum pernah tampil di tingkat kota. “Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.
Menurut Rakhmawati, acara ini merupakan penutup dari rangkaian HAN yang sudah berjalan. Sebelumnya, Pemkot Bogor menggelar penjaringan Suara Anak, nonton bersama anak yatim dan penyandang disabilitas, Bermain Bersama Anak Panti, serta Festival Edukasi Anak.
Wali Kota Dedie A. Rachim menyoroti persoalan perundungan di sekolah. Berdasarkan pengalamannya turun ke sekolah-sekolah, ia menemukan anak yang gemar mengejek temannya kerap menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah.
“Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah,” kata Dedie. Ia juga meminta guru tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi membimbing karakter dan memberi ruang kreativitas melalui seni. “Guru harus berperan mencarikan solusi atas permasalahan anak dan membekali mereka dengan hal-hal yang lembut seperti kesenian,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Dedie menegaskan bahwa memiliki anak bukan hanya urusan pernikahan. “Ada tanggung jawab lahir dan batin sampai mereka mandiri. Saya titip kepada seluruh orang tua, sayangi anak-anak sepenuh hati, lindungi, sejahterakan, dan sekolahkan mereka dengan benar,” ujar Dedie.
Pemkot Bogor berharap melalui peringatan ini semakin banyak ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan bakat, dan tumbuh di lingkungan yang aman serta ramah. Total peserta yang terlibat langsung mencapai 700–800 anak, baik sebagai penampil maupun panitia.