BANDUNG — Komitmen tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri Peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026). Menurutnya, penguatan layanan kesehatan primer yang diusung program ini sangat relevan dengan tantangan sosial di Jawa Barat, terutama dalam percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi balita.
"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan dukungan Program KITA SEHAT. Penguatan layanan kesehatan primer ini bukan sekadar meningkatkan kualitas pelayanan, melainkan wujud reformasi tata kelola kesehatan agar lebih efektif, merata, dan berkelanjutan," ujar Erwan dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Sebelum bergabung dengan program kolaborasi ini, Pemprov Jabar telah lebih dulu menggulirkan inovasi Dokter Desa. Inisiatif itu menghadirkan tenaga medis di wilayah-wilayah terpencil untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan cepat bagi masyarakat.
Erwan menambahkan, keberhasilan transformasi kesehatan di Jawa Barat akan berdampak signifikan terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan nasional. Program KITA SEHAT diharapkan menjadi katalisator perubahan di tingkat daerah.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa indikator paling sederhana dari masyarakat sehat adalah meningkatnya usia harapan hidup. Pemerintah menargetkan kenaikan dari 74 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun ke depan.
"Fokus utama pemerintah adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat, baru kemudian mengobati masyarakat yang sakit. Oleh karena itu, penguatan layanan kesehatan primer menjadi prioritas," tegas Budi.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mampu menjaga kesehatannya akan terhindar dari berbagai penyakit kronis dan tidak bergantung pada pelayanan rumah sakit. Budi juga mengimbau masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan sebagai langkah deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit.
Dukungan Pemerintah Australia melalui Program KITA SEHAT dirancang khusus untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Tujuannya agar upaya promotif dan preventif bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata di seluruh wilayah Jawa Barat.