BANDUNG — Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menegaskan bahwa MPLS untuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) tidak disamakan dengan sekolah menengah atas dan kejuruan lainnya di Jawa Barat. Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menyebut pembeda utama ada pada peran aktif siswa dalam menunjukkan kemampuan mereka.
"MPLS Sekolah Maung salah satunya adalah bagaimana anak-anak yang mempunyai kelebihan di situ untuk bisa memperlihatkan kemampuan-kemampuan mereka, termasuk mereka disuruh mengorganisasi kegiatan yang akan ditampilkan," ujar Purwanto, Rabu (15/7/2026).
Selama MPLS yang berlangsung enam hari, sekolah-sekolah Maung di Jawa Barat melibatkan aparat TNI dan Polri dari wilayah masing-masing. Mereka tidak hanya memberikan materi, tetapi juga ikut memantau jalannya kegiatan.
"Tahun ini kami juga melibatkan. Jadi, terlibat semua aparat TNI yang dekat dengan lingkungan itu, termasuk kepolisian. Saya sudah minta semua satuan pendidikan untuk melibatkan TNI dan Polri di wilayahnya masing-masing," jelas Purwanto.
Selain aparat keamanan, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar juga diminta turun langsung ke sekolah-sekolah. Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan para pejabat eselon II dan III untuk memberikan motivasi serta materi bermanfaat bagi siswa baru.
Di SMAN 5 Bandung, MPLS hari pertama diisi dengan perkenalan sekolah dan pemberian semangat dari alumni Program Murid Barak Militer Pancawaluya. Wakasek Kesiswaan SMAN 5 Bandung, Repy Hapyan, mengatakan bahwa puncak kegiatan akan berlangsung di hari terakhir.
"Selanjutnya kita ada program Unjuk Kabisa dan Aksi Ekologi nanti di hari terakhir. Di hari terakhir ada Unjuk Kabisa, bagaimana talenta-talenta siswa ini kelas 10 akan tampil nanti di hari terakhir," kata Repy.
Sebanyak 65 siswa di SMAN 5 Bandung merupakan atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Mereka akan menunjukkan bakatnya di depan siswa lain. Repy menambahkan, siswa dari jalur non-akademik juga akan tampil, misalnya mereka yang memiliki kemampuan bela diri atau talenta lain di luar prestasi akademik.
Sekolah Maung sendiri merupakan sekolah khusus yang menampung siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Di dalamnya terdapat atlet olimpiade hingga atlet bela diri yang tersebar di 41 sekolah di Jawa Barat. Program MPLS yang berbeda ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi masing-masing siswa sejak hari pertama masuk sekolah.