CIREBON — Polresta Cirebon menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan truk tronton di tanjakan Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7). Kegiatan ini digelar untuk melengkapi penyelidikan dan menggali kemungkinan fakta baru di lapangan.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Aiptu Ade Nugraha, mengatakan pihaknya menghadirkan langsung pengemudi truk tronton ke lokasi kecelakaan. Dari pengakuan sopir, truk sudah menunjukkan masalah sejak melintas di kawasan Gronggong.
"Sekitar 120 meter dari titik tabrakan, sopir sudah tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Apalagi kondisi jalan menurun dan terdapat tikungan tajam," kata Aiptu Ade kepada radarcirebon.com di lokasi.
Polresta Cirebon berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan uji teknis kelayakan kendaraan pada pukul 11.00 WIB siang ini. Aiptu Ade menegaskan, dugaan rem blong masih dalam proses pendalaman.
"Untuk masalah rem blong atau tidak, kita masih dalam proses pendalaman," ujarnya.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 12.30 WIB itu menewaskan tiga orang dari satu keluarga. Seorang ibu dan bayi meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sang ayah mengembuskan napas terakhir pada sore hari di rumah sakit. Satu anak korban yang selamat kini masih menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Cirebon.
Hingga saat ini, Polresta Cirebon belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan maut tersebut. Aiptu Ade menyatakan bahwa proses pendalaman dan pemeriksaan terhadap sopir masih berlangsung.
Truk tronton yang lepas kendali itu menabrak sepeda motor dan sebuah warung di tepi jalan. Olah TKP hari ini diharapkan dapat mengungkap fakta teknis yang menjadi dasar penetapan hukum selanjutnya.