Prabowo Sebut Pemimpin yang Anjurkan Aksi Bakar Fasilitas Umum sebagai Pengkhianat, Peringatkan Hukum Karma

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 13 Juli 2026 | 10:21:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengecam pemimpin yang menganjurkan pembakaran fasilitas umum sebagai pengkhianat demokrasi.

JAWA BARAT — Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap oknum pemimpin yang dianggap mengkhianati demokrasi dengan menganjurkan tindakan anarkis. Pernyataan itu disampaikan di hadapan ribuan peserta peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

"Pemimpin Pengkhianat" dan Ancaman Karma

"Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat," kata Prabowo.

Ia menambahkan, "Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu." Ucapan itu disambut tepukangan dari hadirin yang memadati arena.

Empat Kali Kalah, Tak Pernah Arahkan Pendukung Rusuh

Prabowo mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai pembanding. Ia mengaku telah lima kali maju dalam pemilihan presiden dan menelan kekalahan sebanyak empat kali. Namun, dalam setiap kekalahan itu, ia tidak pernah menginstruksikan pendukungnya untuk melakukan perusakan atau pembakaran.

"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," ujar Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Ia menganalogikan kontestasi politik dengan pertandingan sepak bola yang harus dijalani dengan semangat sportivitas. Persaingan, menurutnya, adalah hal wajar dalam demokrasi dan tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.

Rekonsiliasi Politik: Dari Kubu Lawan ke Satu Pemerintahan

Dalam pidato yang sama, Prabowo menyinggung dinamika politik bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Pada Pilpres 2024, Cak Imin berada di kubu berbeda sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bersaing dengan pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya, tetapi enggak ada masalah, karena dalam hati Beliau, Beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang, Beliau bersama saya untuk Indonesia. Saudara-saudara gak ada masalah," kata Prabowo.

Ajakan Bersatu dan Terbuka pada Kritik

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali bersatu setelah kontestasi politik usai. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun.

"Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Buktikan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia," kata Prabowo.

"Jangan bisanya nyinyir. 'Kalau lu (kamu) gak setuju, lu gak mau bekerja, lu duduk aja baik-baik'. Tetapi, kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita mau terima kritik," imbuhnya.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top