JAWA BARAT — Memasuki pertengahan 2026, daftar mobil bekas di segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih cukup beragam. Meskipun pilihan model tidak sebanyak lima tahun lalu, permintaan terhadap mobil irit ini tetap tinggi karena biaya perawatan rendah dan konsumsi BBM yang efisien. Harga setiap unit bisa berbeda tergantung riwayat servis, kilometer, hingga lokasi penjualan.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut rentang harga mobil LCGC bekas yang bisa menjadi pertimbangan. Angka ini bisa naik atau turun tergantung kondisi fisik dan kelengkapan dokumen kendaraan.
Jangan hanya terpaku pada tahun pembuatan saat memilih mobil bekas. Dua unit dengan model dan tahun sama bisa memiliki selisih harga jutaan rupiah karena beberapa faktor kunci.
Kondisi mesin dan transmisi menjadi penentu utama. Riwayat servis berkala di bengkel resmi biasanya membuat harga jual lebih tinggi. Selain itu, pastikan nomor rangka dan mesin sesuai dengan dokumen, serta hindari unit yang pernah terendam banjir atau mengalami kecelakaan berat.
Jika tidak yakin dengan kondisi teknis, gunakan jasa inspeksi mobil bekas profesional. Langkah ini penting untuk menilai kondisi kaki-kaki dan performa mesin secara objektif. Jangan lupa melakukan test drive untuk merasakan langsung kenyamanan berkendara dan respons mesin di jalan raya.
Dengan pemeriksaan yang teliti, membeli LCGC bekas bisa menjadi solusi mobilitas harian yang ekonomis tanpa menguras tabungan.