Pemerintah AS Tunda Rilis GPT-5.6 OpenAI, Imbau Waspada Ancaman Keamanan

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:34:31 WIB
Pemerintah AS menunda rilis GPT-5.6 dari OpenAI untuk evaluasi keamanan lebih lanjut.

JAWA BARAT — Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meminta OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, untuk menunda rilis model terbarunya GPT-5.6 bagi publik. Permintaan ini muncul setelah Office of the National Cyber Director dan Office of Science and Technology Policy menilis model tersebut memerlukan evaluasi keamanan lebih lanjut sebelum diperkenankan secara luas.

Latar Belakang: Perlindungan Keamanan dan Persaingan Global

Permintaan penundaan ini sejalan dengan kebijakan baru Presiden Donald Trump yang dikeluarkan awal bulan ini. Melalui perintah eksekutif, pemerintah AS meminta perusahaan AI untuk memberikan akses ke model terbaru mereka 30 hari sebelum rilis umum. Langkah ini diambil dalam konteks persaingan teknologi dengan China, di mana AS berupaya mencegah keunggulan AI jatuh ke pihak negara lain.

CEO OpenAI Sam Altman mengonfirmasi penundaan tersebut dalam memo internal. "Kami telah menyatakan jelas kepada pemerintah AS bahwa ini bukan model yang kami inginkan untuk jangka panjang," tulis Altman. Ia menambahkan OpenAI akan bekerja dengan pemerintah dan industri mencari pendekatan berkelanjutan untuk rilis di masa depan.

Kasus Serupa: Claude Mythos Ditarik Pasca Rilis

"Eskalasi intervensi pemerintah ini bukanlah sesuatu yang harus diperingati. Ini sangat merugikan ekosistem AI yang lebih luas."

— Neil Chilson, Kepala Kebijakan AI Abundance Institute

Ini bukan kali pertama pemerintah AS menunda rilis model AI. Pada April 2026, Anthropic merilis Claude Mythos Preview untuk lembaga terpilih. Namun, pemerintah AS menolak klaim bahwa versi yang lebih aman, Fable 5, bebas risiko. Tiga hari setelah rilis, pemerintah menambahkan Fable 5 dan Mythos ke daftar kontrol ekspor, melarang warga asing mengaksesnya. Akibatnya, Anthropic menarik kedua model tersebut dari pasar.

Dampak pada Industri: Kecepatan Inovasi Terancam

Neil Chilson, mantan Kepala Teknologis FTC, mengungkapkan kekhawatiran serupa. Ia menyoroti bahwa penerapan kontrol ekspor sewenang-wenang akan memperlambat pengembangan model baru. "Setiap model AI akan memiliki kerentanan yang memerlukan perbaikan. Pemerintah AS tidak boleh menarung pedang Damokles di atas setiap lab tanpa indikasi kapan atau mengapa itu akan jatuh," ujarnya.

Saat ini, GPT-5.6 hanya tersedia dalam pra-tinjau terbatas untuk kelompok pelanggan tertentu yang dipilih pemerintah AS. OpenAI belum menetapkan jadwal pasti untuk rilis umum, meskipun Altman berharap bisa terjadi dalam "beberapa minggu ke depan". Sementara itu, Commerce Secretary Howard Lutnick secara khusus mengingatkan OpenAI agar tidak merilis model tanpa persetujuan pemerintah terlebih dahulu.

Masa Depan: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Penundaan rilis GPT-5.6 berdampak pada jadwal pengembangan AI global. Pengguna Indonesia perlu memperhatikan bahwa akses ke model AI terbaru kini bergantung pada regulasi AS yang semketat. Para analis memperkirakan kebijakan ini akan memperlambat adopsi AI di perusahaan-perusahaan non-AS yang bergantung pada teknologi Amerika.

OpenAI belum mengungkapkan spesifikasi lengkap GPT-5.6, namun model ini diperkirakan memiliki kemampuan penalaran dan pemrosesan bahasa yang lebih canggih daripada pendahulunya. Industri global menanti bagaimana keseimbangan antara keamanan dan inovasi akan terwujud dalam pengembangan AI berikutnya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top