BOGOR — Momen 10 Muharram tahun ini diisi dengan cara yang berbeda oleh salah satu anggota DPRD Kota Bogor. Alih-alih menggelar pengajian atau santunan rutin di dalam kota, ia memilih mengajak ratusan anak yatim untuk berlibur ke Pantai Anyer.
Rombongan yang terdiri dari 600 anak yatim itu berangkat dari Kota Bogor pada pagi hari. Mereka diajak menikmati suasana pantai, bermain pasir, dan bermain air di tepi laut. Kegiatan ini diharapkan bisa menghadirkan pengalaman baru yang jarang mereka dapatkan dalam keseharian.
Anggota DPRD Kota Bogor yang menggagas kegiatan ini menyebut bahwa liburan bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan kebahagiaan dan pengalaman rekreasi seperti anak-anak pada umumnya.
"Mereka adalah bagian dari masyarakat yang perlu diperhatikan. Liburan ini adalah cara kami berbagi kebahagiaan dan memberikan semangat baru bagi mereka," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Para anak yatim tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah kali pertama mengunjungi pantai. Tawa dan sorak kegembiraan mewarnai sepanjang kegiatan.
Para pendamping dari panti asuhan juga mengapresiasi inisiatif ini. Mereka menilai kegiatan semacam ini penting untuk tumbuh kembang psikologis anak, terutama setelah melewati masa-masa sulit.
Peringatan 10 Muharram atau yang dikenal juga sebagai Hari Asyura sering dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk berbagi dengan anak yatim. Tradisi ini sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan muslim.
Kegiatan yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Bogor ini menjadi salah satu contoh bagaimana momentum keagamaan bisa diisi dengan aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain liburan, rombongan juga membagikan bingkisan dan makanan kepada anak-anak yatim yang diajak.
Anggota DPRD Kota Bogor berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin, tidak hanya pada momen 10 Muharram. Ia juga mengajak elemen masyarakat lain untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang menyasar anak yatim dan kaum dhuafa.
"Kami ingin kegiatan ini menjadi pemicu bagi pihak lain untuk melakukan hal serupa. Kebahagiaan anak-anak ini adalah kebahagiaan kita semua," pungkasnya.