JAWA BARAT — PT Alva Energi Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Perusahaan mengumumkan total investasi yang sudah masuk mencapai lebih dari Rp1 triliun, mencakup pengembangan manufaktur, riset, hingga infrastruktur pengisian daya.
“Transisi menuju kendaraan listrik membutuhkan kesiapan ekosistem yang menyeluruh. Bagi Alva, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purna jual, hingga model kepemilikan,” ujar Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Fasilitas produksi Alva di Cikarang tak cuma memenuhi standar kualitas dan lingkungan. Pabrik ini juga telah mendapatkan sertifikasi INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian, menandakan adopsi teknologi digital dalam proses manufakturnya.
Di sisi ritel, Alva kini mengoperasikan 10 Alva Experience Center (AEC) yang tersebar di berbagai kota. Pusat pengalaman ini menjadi titik temu konsumen untuk melihat, menjajal, dan membeli motor listrik secara langsung.
Saat ini Alva memiliki tiga model motor listrik untuk mobilitas harian. Salah satu yang terbaru, N3 Next Gen, diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya dengan kecepatan maksimum 80 km/jam.
Motor ini juga dibekali teknologi Boost Charge yang memungkinkan pengisian daya dari 10 persen ke 50 persen dalam waktu kurang dari 25 menit. Untuk keamanan di medan ekstrem, fitur Hill Start Assist dan Hill Descent Assist turut disematkan guna membantu pengendara saat melintasi jalan menanjak dan menurun.
Infrastruktur pengisian daya menjadi fokus utama Alva. Perusahaan melaporkan jaringan Boost Charge Station kini didukung lebih dari 350 konektor yang tersebar di berbagai lokasi. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2025 yang hanya sekitar 150 konektor.
Ekosistem ini diperkuat dengan layanan purna jual melalui jaringan aftersales partner, customer service, dan roadside assistance yang aktif selama 24 jam. “Keberhasilan adopsi motor listrik sangat bergantung pada rasa percaya konsumen. Kami terus memperkuat titik-titik yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari jarak tempuh, charging, ketahanan baterai, hingga kemudahan kepemilikan,” tambah Adit.
Pertumbuhan ekosistem Alva sejalan dengan peningkatan penjualan. Berdasarkan data RUPS PT Indika Energy Tbk, penjualan motor listrik Alva mencapai 4.508 unit sepanjang 2025. Angka ini naik 52,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 2.948 unit.
Kenaikan ini menunjukkan tren pertumbuhan pasar motor listrik sekaligus meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Alva optimistis angka penjualan akan terus bertambah seiring meluasnya infrastruktur dan kepercayaan publik terhadap produk lokal.