Snap Rilis Kacamata AR "Specs" Seharga Rp 35 Juta, Bukan Sekadar Smartglasses Biasa

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 01:27:01 WIB
Snap meluncurkan kacamata AR "Specs" dengan teknologi hologram dan harga Rp 35 juta.

Selama bertahun-tahun, Snap diam-diam membangun infrastruktur augmented reality. Kini, proyek yang sudah digoda sejak awal tahun itu akhirnya terungkap. Specs bukanlah kacamata pintar untuk merekam video atau menerima notifikasi—itu sudah bisa dilakukan oleh Ray-Ban Meta. Snap justru melompat lebih jauh: menawarkan perangkat yang benar-benar menampilkan hologram di depan mata pengguna.

Harga Selangit, Tapi Bukan untuk Semua Orang

Angka USD 2.195 langsung menjadi sorotan. Untuk ukuran perangkat wearable, ini lebih mahal dari Apple Vision Pro di beberapa pasar. Namun Snap tidak menjual Specs sebagai produk massal—setidaknya tidak untuk sekarang.

Perangkat ini ditujukan bagi pengembang dan kreator yang ingin membangun aplikasi AR native. Strategi ini mirip dengan langkah awal Meta saat merilis Quest Pro: mahal, eksklusif, dan penuh eksperimen. Snap ingin ekosistemnya siap sebelum Specs dijual ke konsumen biasa.

Bukan Smartglasses, Ini "Kacamata Ajaib" untuk AR

Perbedaan mendasar Specs dengan kompetitor ada pada pendekatan teknologinya. Alih-alih menampilkan informasi di sudut lensa seperti Google Glass, Specs menggunakan waveguide optics untuk memproyeksikan gambar 3D penuh warna yang menyatu dengan lingkungan sekitar.

Bayangkan Anda bisa meletakkan furnitur virtual di ruang tamu, lalu berjalan mengelilinginya seolah benda itu benar-benar ada. Atau bermain game tembak-menembak di mana musuh muncul dari balik tembok rumah Anda. Itulah yang Snap tawarkan—dan belum ada produk konsumen lain yang melakukannya dengan mulus dalam bentuk kacamata.

Mengapa Snap Berani Ambil Risiko Sekarang?

Lanskap AR sedang memanas. Apple baru merilis Vision Pro, meski dalam format headset yang lebih besar. Meta terus mengembangkan Orion, proyek AR rahasia mereka. Snap, yang sudah memiliki basis pengguna besar lewat filter dan lensa AR di aplikasi utamanya, punya modal unik: pengalaman bertahun-tahun dalam memahami bagaimana orang berinteraksi dengan objek digital.

Dengan Specs, Snap ingin membuktikan bahwa AR bisa ringan, stylish, dan fungsional tanpa perlu kompromi pada kualitas visual. Tapi tantangan terbesarnya bukan teknologi—melainkan meyakinkan orang untuk mengeluarkan USD 2.195 demi sesuatu yang belum terbukti kegunaannya di kehidupan sehari-hari.

Ketersediaan dan Nasib di Pasar Indonesia

Snap belum mengumumkan jadwal rilis global Specs, apalagi ketersediaannya di Indonesia. Namun melihat harga dan segmen pengembang yang menjadi sasaran awal, kecil kemungkinan perangkat ini akan masuk pasar lokal dalam waktu dekat.

Bagi pengguna Indonesia yang penasaran, opsi paling realistis masih menggunakan filter AR di aplikasi Snapchat—gratis dan langsung bisa dicoba. Tapi bagi yang ingin merasakan masa depan komputasi spasial hari ini, Snap Specs menawarkan janji yang sulit ditolak: augmented reality yang bukan lagi sekadar janji.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: androidpolice.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top