Pemkot Bandung Serap 8.600 Tenaga Kerja Lewat Program Padat Karya, Fokus pada Kebersihan Lingkungan

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 02:42:01 WIB
Pemkot Bandung serap 8.600 tenaga kerja melalui program padat karya tematik fokus pada kebersihan lingkungan.

BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menjalankan program padat karya tematik yang menargetkan penyerapan 8.600 tenaga kerja. Langkah ini diambil untuk menekan tingkat pengangguran terbuka yang saat ini tercatat 7,2 persen.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut program ini bukan sekadar proyek kerja sementara. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi warga di tengah sulitnya lapangan kerja formal.

“Program ini memang tidak memberikan pekerjaan permanen, tapi sangat penting untuk memberikan penghasilan sementara bagi warga yang belum bekerja. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.

Fokus pada Kebersihan Lingkungan Permukiman

Program padat karya tahun ini difokuskan pada kegiatan kebersihan lingkungan pemukiman. Pemkot Bandung ingin menciptakan dampak ganda: warga mendapat penghasilan, lingkungan pun menjadi lebih bersih dan sehat.

“Selain membantu warga memperoleh penghasilan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Farhan.

Menurutnya, program ini diharapkan menjadi penggerak roda ekonomi di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa memberikan penghidupan yang layak adalah tanggung jawab bersama.

Pemkot Siapkan Akses Informasi Lowongan Kerja

Farhan menambahkan, pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan lewat program padat karya. Pemkot Bandung juga membuka akses informasi lowongan kerja secara daring dan luring untuk menjembatani pencari kerja dengan dunia usaha.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha, sehingga peluang kerja semakin terbuka,” katanya.

Program ini menyasar berbagai kalangan. Farhan menegaskan, kesempatan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi pria kepala keluarga, melainkan siapa pun yang berjuang mencari penghasilan untuk keluarganya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Back to top