KUNINGAN — Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi E-4186-YB tewas setelah bertabrakan frontal dengan Yamaha Vixion di Jalan Raya Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Korban diketahui bernama DN (27), warga Dusun Kaliwon, Desa Pamulihan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan, IPTU Sri Martini, mengonfirmasi bahwa kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan yang berlubang. Saat itu, DN melaju dari arah selatan menuju utara. Tiba-tiba ia membanting setir ke kanan untuk menghindari lubang di aspal.
"Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vixion warna biru tanpa pelat nomor yang dikendarai MA (18). Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindari," ujar Sri Martini dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Benturan keras menyebabkan DN mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pengendara Yamaha Vixion, MA, mengalami luka di wajah, tangan, dan kaki, serta patah tulang paha kiri. Ia dilarikan ke RSUD 45 Kuningan untuk perawatan intensif.
Penumpang Yamaha Vixion, FF (15), warga Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, turut menjadi korban. Remaja tersebut mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Polisi memastikan faktor jalan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. "Saat pengendara Honda Beat menghindari lubang, kendaraan masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah berlawanan," ungkap Sri Martini.
Petugas telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami kronologi lebih lanjut.
Menanggapi insiden tersebut, Satlantas Polres Kuningan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara di malam hari. "Kurangi kecepatan dan pastikan kondisi jalan di depan terpantau dengan baik sehingga dapat mengantisipasi potensi bahaya," kata IPTU Sri Martini.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan. Lubang di badan jalan kerap menjadi jebakan maut, terutama saat visibilitas terbatas pada malam hari.