CIANJUR — Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Abdul Karim, memastikan pihaknya terus mengawal distribusi bantuan alat pertanian bermesin ke kelompok tani di Kabupaten Cianjur. Bantuan yang berasal dari Kementerian Pertanian itu meliputi traktor dan rotavator, yang pekan lalu telah disalurkan ke sejumlah kelompok tani di wilayah selatan Cianjur.
Abdul Karim mengungkapkan, masih banyak petani di Cianjur yang mengandalkan cara manual atau menggunakan hewan ternak seperti sapi dan kerbau untuk menggarap lahan. Metode ini dinilai memakan waktu cukup panjang dan menghambat pola tanam.
"Kami akan terus mendorong berbagai bantuan alat bermesin dari pemerintah provinsi dan pusat masuk ke kelompok tani yang ada di Cianjur, sehingga mereka dapat dengan mudah mengolah lahan agar hasil produksinya meningkat," kata Abdul Karim di Cianjur, Jumat.
Selain alat bermesin, legislator Jabar juga mendorong Dinas terkait di Pemprov Jawa Barat untuk menyalurkan bantuan perbaikan dan pembangunan irigasi di Cianjur. Langkah ini dinilai krusial agar saat musim kemarau tiba, petani tidak lagi kesulitan mengaliri sawah.
Abdul Karim memastikan saluran irigasi yang berfungsi baik akan membantu penyimpanan air, sehingga pola tanam bisa bertambah. Hal ini sejalan dengan target peningkatan produksi padi di Cianjur yang menjadi salah satu lumbung beras Jawa Barat.
Pihaknya memastikan berbagai bantuan dari Gubernur Jawa Barat dapat menyentuh sebagian besar kelompok tani, terutama petani padi. Pemprov Jabar disebut akan menyalurkan anggaran yang cukup besar setiap tahunnya untuk mendukung pertanian di Cianjur.
"Gubernur Jabar memprioritaskan bantuan anggaran untuk pengembangan pertanian di Cianjur, sehingga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pertanian terutama beras asli Cianjur dan produk pertanian unggulan lainnya," kata dia.
Abdul Karim menambahkan, pengawalan pendistribusian bantuan tidak hanya untuk kelompok tani. Pihaknya juga akan memastikan bantuan untuk berbagai kalangan di Cianjur, termasuk pelaku seni dan budaya, tersalurkan dengan baik.
Hal ini dilakukan dalam rangka melestarikan warisan budaya yang cukup beragam di masing-masing kecamatan di Kabupaten Cianjur. Dukungan terhadap sektor pertanian dan kebudayaan dinilai berjalan beriringan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan identitas lokal.