BEKASI — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meresmikan kawasan hunian Casa De Prima di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Selasa (19/5/2026). Proyek ini dibangun di dua titik strategis dengan total 60 unit rumah dan 9 ruko di Cikarang Barat, serta 78 unit rumah di Cikarang Pusat.
Dari total unit di Cikarang Barat, sebanyak 34 rumah telah rampung dibangun. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Pemerintah menggandeng PLN dan BRI untuk menekan biaya produksi dan meringankan cicilan penghuni.
PLN disebut berkontribusi dalam pengembangan teknologi bahan bangunan berbasis limbah residu PLTU batu bara. Langkah ini bertujuan menekan biaya konstruksi tanpa mengorbankan kualitas hunian. Sementara itu, BRI menyediakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga flat 7,5 persen dalam jangka waktu hingga 25 tahun.
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa program ini bukan proyek properti biasa. “Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi fondasi membangun keluarga dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Asep, sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia, Kabupaten Bekasi membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan hunian layak. Ia berharap Casa De Prima menjadi lingkungan yang produktif dan mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Menteri Agus Andrianto mengungkapkan bahwa program ini merupakan respons atas tingginya harga properti di kawasan industri Bekasi yang kerap menjadi kendala bagi ASN. Skema bunga flat 7,5 persen selama 25 tahun dinilai menjadi solusi konkret yang selama ini dinanti.
Agus menambahkan, pemerintah tidak berhenti di tahap ini. Rencana perluasan program Casa De Prima sudah disiapkan agar tidak hanya dinikmati oleh ASN Imigrasi dan Pemasyarakatan, tetapi juga masyarakat luas melalui program pembangunan dan bedah rumah yang tengah dipersiapkan.